Almost Dead…

Setelah beberapa waktu lalu membicarakan tentang Fatwa Haram Facebook, Blog saya jadi semakin sepi dan bahkan hampir tidak ada tambahan berarti, mungkin ada juga yang menganggap blog saya mati?

Yah, bahkan sekalipun sudah pada masa-masa santai kemarin. Saya pun masih belum menulis apa-apa disini, bahkan ketika sudah mengambil raportpun dan mendapatkan jurusan IPA. Dan sekaranglah baru dapat :p

Matibeku

Berbicara tentang mati, saat ini saya sedang iseng mengikuti sebuah Riddle Game Internet buatan Indonesia yang bernama Matibeku.com, game ini rupanya cukup menyita perhatian saya selama 2 hari belakangan ini. Dan hasilnya saya baru sampai level -28 ketika menulis ini.

Asking for Matibeku Walktrough? Mungkin saya tulis, tapi tidak sekarang. Hehehe, sekian dulu.

PS : Pemanasan lagi, hanya curhat

Fatwa Haram Bukanlah Solusi Yang Baik

Beberapa hari terakhir ini, saya sering mendengar desas desus mengenai Fatwa Haram Facebook yang konon dilontarkan oleh Persatuan Pondok Pesantren Jawa-Madura. Katanya, hal ini disebabkan karena Facebook dianggap sebagai ajang maksiat dan tempat mencari pacar?

Facebook

Padahal, coba dipikir2 lagi. Sebetulnya? Apakah Facebook hanya dipandang sebagai itu saja? Apakah benar2 berfungsi untuk hal2 itu saja? Sebenarnya, jika dipikir2 kembali. Facebook juga memiliki manfaat, malahan lebih banyak sebenarnya. Seperti bisa bersilaturahmi dengan kawan lama, keluarga, dan orang2 lain terutama yang sudah lama tidak bertemu, bisa juga sebagai ajang pencari teman baru. Facebook juga menyediakan berbagai fasillitas yang dapat menghibur seperti game2 dan kuis aneh. Lumayanlah daripada ngerjain sesuatu yg nggak2, dan masih banyak lainnya.

Facebook adalah pedang bermata dua, begitu juga segala hal yang ada di dunia ini. Bahkan agama sekalipun juga merupakan pedang bermata dua, agama juga dapat dijadikan alat2 untuk kepentingan pribadi atau golongannya saja. Yup, sebenarnya segala hal yang ada di dunia ini adalah pedang bermata dua. Baik hal yang baik dan buruk pasti memiliki sisi kebalikannya, segala yang ada tergantung pada pemakainya. Jadi, tidaklah bisa dilakukan generalisasi akan hal ini :D

Lagipula, apakah semudah itukah membuat fatwa haram? Jangan sampai fenomena Fatwa Haram Golput terjadi lagi, bisa2 kinerja MUI akan semakin diragukan. Apakah Islam sekolot itu? Saya rasa tidak, sebaiknya hendaknya berpikir lebih lanjut sebelum berkata sekalipun, apalagi sebelum bertindak. Maka dari itu, saya berpikir bahwa fatwa haram bukan solusi yang baik apalagi tepat untuk masalah ini.

Apalagi jika alasannya hanya karena takut menjadi ajang maksiat seperti itu saja. Pak, banyak tempat lain di dunia maya yang jauh lebih parah daripada Facebook! Kalau mau, skalian saja haramkan semua jejaring sosial, forum, atau bahkan kalau perlu larang saja Internet jika hanya dianggap maksiat! Islampun sebenarnya seharusnya mampu mengikuti arus, dan jangan juga memandang sebelah mata. Walaupun Facebook dan Internet itu produk barat dan bahkan pendiri Facebook adalah keturunan Yahudi, tapi cobalah dipikirkan lagi baik2 mengenai manfaatnya. Produk dari merekapun banyak yang bermanfaat kok…

Trims, demikianlah tanggapan saya :D . No Offense

Sumber Gambar :

http://lifeinthenhs.files.wordpress.com/2009/02/facebook.jpg

Air

Huff… Akhirnya penulis mendapatkan inspirasi untuk menulis tulisan ini setelah mandi, memang mandi menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyegarkan. Terkadang mampu menenangkan jiwa yang sedang panas dan gatal, menghilangkan lelah, serta mampu menciptakan inspirasi. Mandi dengan air bersih baik panas atau dingin memang sangat menyenangkan.

Berbicara mengenai air, mari kita agak merenungi sedikit mengenai air. Selaku salah satu sumber kehidupan terpenting, air sangatlah diperlukan oleh banyak makhluk. Manusia membutuhkannya untuk minum, mandi, mencuci, membuat makanan (memasak), dan banyak hal lainnya. Makhluk lainpun juga membutuhkannya untuk kelangsungan hidup mereka sendiri. Intinya, air sangatlah diperlukan untuk kelangsungan hidup hampir seluruh makhluk.

Lanjut

11 Tahun Lalu…

Hufff… Akhirnya kembali bisa nulis setelah berbulan-bulan ditinggal blog ini…. Intinya, saya kembali kesini :D

Tiga hari belakangan ini, penulis kepikiran mengenai suatu kejadian kolosal yang terjadi sekitar 11 tahun lalu. Pada tanggal 12-16 Mei 1998, telah terjadi peristiwa menyedihkan yang kemudian akan sangat mengubah Sejarah Indonesia nantinya serta menjadi catatan kelam di penghujung abad 20. Peristiwa itu sekarang sering kali disebut sebagai Peristiwa Tragedi Mei 1998

Peristiwa tersebut terjadi bermula pada kecemburuan penduduk “so-called” pribumi kepada etnis Tionghoa dalam permasalahan Ekonomi, eksklusivitas dan ketidakharmonisan dalam permasalahan Sosial juga menambah kecemburuan dan kebencian mereka pada etnis Tionghoa karena adanya krisis Ekonomi, ditambah dengan ketidakstabilan keamanan di dalam negeri karena banyaknya Demonstrasi dan kerusuhan yang juga diakibatkan oleh Mahasiswa yang menuntut agar secepatnya terjadi Reformasi di negeri ini. Menyebabkan kerusuhan ini terjadi….

Berawal pada saat terjadi kerusuhan dalam Demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa Trisakti pada hari Selasa, 12 Maret 1998 yang berakhir dengan tewasnya 4 orang mahasiswa Trisakti. Kekacauan ini pun berlanjut dengan kerusuhan, penjarahan, dan “pembantaian” pada etnis Tionghoa, hal ini terjadi pada beberapa hari selanjutnya (13-16 Mei 1998). Kerusuhan yang terjadi pada Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta kota-kota lainnya ini diduga telah terencana dari sebelum-sebelumnya karena menurut pengakuan salah satu penjarah, dia sudah mengetahui perencanaan kejadian ini sejak 1 Maret 1998.

Akibat dari kejadian ini, kerusakan dan kehancuran terjadi dimana-mana, ribuan orang beretnis Tionghoa meninggalkan Jakarta menuju kota lain atau luar negeri, dan akibat kejadian itu juga untuk beberapa hari berikutnya ronda malam diperketat dan pusat perbelanjaan ditutup dan dijaga ketat.

Hingga saat ini pun permasalahan ini menjadi tanda tanya, pemerintah pun sepertinya tidak sanggup menyelesaikan masalah ini, bahkan cenderung menutup2i beberapa hal tertentu seperti dengan mengatakan bahwa tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita Tionghoa. Padahal pada kenyataannya banyak bukti yang mampu membuktikan hal tersebut.

Ada apakah ini sebenarnya? Ada yang mampu menambahkan atau sekedar memberikan pendapat?

(PS : Tulisan ini adalah “pemanasan”, maaf jika kurang baik :D )

Totem pro parte di Orde Baru

Ya, kita bukan berada di pelajaran Bahasa Indonesia saat ini. Tapi kali ini saya akan membahas mengenai Orde Baru pada masa lalu.

Sebelum lebih lanjut, saya akan jelas kan apa itu Totem Pro Parte. Secara bahasa, totem pro parte itu berarti mengambil keseluruhan untuk suatu bagian. Dalam suatu kalimat contohnya adalah “Anak SMA Labschool pergi ke Plaza Semanggi” , padahal hanya beberapa orang diantara siswa SMA Labschool yang pergi kesana. Tapi jika disebutkan demikian, seolah-olah seluruh anak SMA Labschool yang pergi kesana.

Majas satu ini disalahgunakan oleh pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto bersama Golkar, menggunakan keseluruhan untuk sebagian. Hal ini saya bisa katakan berdasarkan dari dua hal.

Apa itu?

Sugesti dan kekuatan gaib

Fenomena penyembuhan massal terjadi dimana2, seperti Batu Petir dan kasus dukun cilik Ponari yang konon katanya kedua hal itu bisa menyembuhkan penderita berbagai penyakit dengan cara yang amat instan. Bahkan untuk mendapatkan kesembuhan dari itu, mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan itu.

Lalu jangan lupa dengan banyaknya pemakaian jimat dalam kehidupan modern ini. Seperti Jimat kekebalan, jimat sukses, dagangan laris, jimat dapat jodoh, dan sebagainya. Mereka mendapatkannya juga dengan proses yang panjang serta menghabiskan biaya yang tak sedikit dengan harapan apa yang mereka cita-citakan itu bisa terkabulkan.

Ada apakah ini?

Melihat hal-hal yang beberapa orang katakan tidak logis dan aneh itu, sepertinya ada suatu kekuatan gaib dan sangat kuat yang menarik orang-orang (khususnya orang awam), suatu kekuatan juga yang mampu menggerakan atau bahkan mencuci otak orang-orang yang sedang bimbang dan penuh keraguan serta keputusasaan. Suatu kekuatan yang bisa membuat kerusuhan Mei 1998 menggila, dan apakah itu?

Sugesti!!!

Apa itu sugesti?

Definisi Sugesti adalah saran, pikiran, dan pendapat orang lain yang diterima seseorang secara langsung tanpa melalui proses berpikir kritis (Trims Pak Marsono :D ), proses seperti ini adalah proses yang sangat mudah dilakukan untuk mempengaruhi pikiran seseorang yang sedang tidak memiliki kepastian dan sedang tidak mampu berpikir kritis. Bahkan efek sugesti bisa menjadi suatu hipnotis jika efek tersebut sangatlah kuat.

Efek sugesti tingkat tinggi seringkali digunakan untuk menjebak masyarakat untuk mengikuti sejumlah aliran (yang dianggap) sesat, seperti Lia Eden, Al-Mosshadeq, Mirza Ghulam Ahmad, atau siapa sajalah yang dianggap sesat. Kebimbangan masyarakat mengenai agama yang mereka anut bisa menjadi alasan mengapa mereka bisa tersugesti oleh mereka.

Soekarno juga menggunakan efek sugesti tingkat tinggi itu, jika beliau sedang berpidato semua rakyat langsung terpengaruh dengan beliau. Itulah alasan mengapa ideologi Bung Karno sangat mudah menyebar, bahkan mereka rela berhimpit2an demi mendengarkannya.

Sugesti adalah hipnotis

Seperti yang saya sebutkan di atas, sugesti dapat juga memberikan efek hipnotis. Mari saya jelaskan lebih lanjut.

Misalkan, jika anda sedang kebingungan mencari obat pembersih wajah karena permasalahannya terlalu parah. Lalu anda tiba2 melihat ada iklan Obat pembersih wajah merek OX, andapun langsung berpikiran untuk membeli dan segera mencarinya, padahal anda tidak terlalu tahu betul apakah obat itu benar2 manjur? Apakah cocok?

Anda akan tiba2 saja berpikiran untuk membeli barang itu tanpa mengetahui baik2 apa saja manfaatnya, apa resikonya, dan apa pula dampaknya. Anda akan seperti dihipnotis untuk membeli barang itu.

Bagaimana cara mendapatkan “kekuatan” itu?

1. Milikilah argumen yang kuat, selalu siapkan argumen2 untuk melawan dan selalu siap berpikir kritis. Itu modal utamanya
2. Kosongkan argumen lawan dengan cara menghajar habis2an, kemudian baru anda tawarkan ide anda
3. Semakin tidak kritis lawan anda, makin mudah tentunya untuk mempengaruhinya
4. Jangan lupa beri tahu apa bagusnya ide yang anda tawarkan

Saya rasa saya tidak memiliki kekuatan itu, jadi tidak bisa memberikan ilmu itu.

Surga dan Neraka

Dalam setiap agama yang saya tahu, lampiran mengenai surga dan neraka selalu dilampirkan dalam pembicaraan kehidupan sesudah mati manusia. Disebutkan bahwa orang yang baik dan beriman akan dimasukkan dalam surga yang kekal dan penuh kenikmatan tiada habisnya, sedangkan bahwa orang yang jahat dan ingkar akan dimasukkan dalam neraka yang kekal serta penuh siksaan dan penderitaan tiada akhir. Hal ini menyebabkan manusia menjadi takut kepada neraka dan mengharapkan surga tentunya.

Pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi misalkan surga dan neraka itu tidak ada?

Sebagian besar manusia masih beribadah karena takut kepada neraka dan mengharapkan surga, jadi kebanyakan mereka beribadah semata2 untuk menghindari neraka dan mendapatkan surga. Jadinya orientasi mereka bukanlah lagi kepada Tuhan dan semata-mata hanya karena takut terhadap siksa-Nya.

Bukankah ini termasuk tidak ikhlas/munafik?

Jika sebagian besar manusia menyembah Tuhan karena takut akan ancaman siksaan Tuhan atau karena mengharapkan kenikmatan tiada akhir dari-Nya, tentulah itu bukan suatu hal yang disebut “ikhlas semata-mata untuk-Nya”. Orang2 berbuat baik karena sekedar takut pada siksaan-Nya.

Jadi, apakah yang terjadi jika Surga dan Neraka itu tidak ada?

Mungkin sebagian besar manusia akan kehilangan esensi untuk beribadah dan berbuat baik, dunia akan kacau balau, manusia akan berbuat seenaknya dan mempunyai anggapan seperti umat di jaman Nabi Nuh “Hidup hanyalah sekali dan setelah mati akan kembali menjadi tanah tanpa arti” Jadi mereka hanya akan memuaskan apa yang mereka inginkan.

Maka dari itu, penulis tidak pernah menjadikan Surga itu sebagai orientasinya atau Neraka sebagai sesuatu alasan untuk tidak berbuat buruk. Tetapi apa yang saya lakukan lebih kepada apa yang ada di hati saya.

Jika saya menganggap hal itu baik, saya akan kerjakan dan yang saya anggap buruk akan saya tinggalkan. Tuhan bukanlah untuk ditakuti, janganlah seperti Kuli Bangunan yang hanya bekerja dengan baik jika diawasi. Makhluk yang cerdas dan berakal seharusnya sudah tahu kewajibannya dan juga sudah tahu apa yang baik dan buruk untuknya.

Intinya, ikutilah kata hati anda. Jangan jadikan Surga sebagai Orientasi anda dalam berbuat kebaikan. Tapi pastikan bahwa anda berbuat kebaikan karena anda menganggap hal itu baik.

Susahnya jadi Pelajar di Indonesia

Belakangan ini, saya disibukkan oleh berbagai macam pelajaran yang harus saya pelajari demi menyelesaikan kompetensi kelulusan nilai berdasarkan kurikulum. Ditambah saya mengikuti les tambahan yang mengakibatkan saya baru bisa pulang ke rumah pada pukul 20.30

Ya, saya memang lebih sering di luar daripada di rumah saya sendiri. Setiap Senin dan Rabu saya berangkat ke sekolah pukul 5.40 dan baru pulang pukul 20.30 , Selasa dan Jumat saya berangkat pukul 5.30 dan pulang pada pukul 16.20 (Kecuali kalo di hari Jumat main ke rumah teman), dan setiap hari Kamis saya berangkat pukul 5.35 dan pulang pada pukul 17.30 , memang saya masih lebih beruntung dari teman saya yang setiap hari les sampai malam dan bahkan Sabtu Minggu juga harus les.

Belum lagi, tugas sekolah yang menumpuk serta tuntutan remedial yang memakan waktu di luar sekolah menyebabkan saya semakin sedikit waktu luang untuk bermain, ngeblog, browsing, apalagi refreshing dan berkumpul bersama keluarga. Lebih dari setengah waktu saya dalam seminggu digunakan untuk urusan sekolah, apalagi saya yang berminat pada jurusan IPA serta nilainya masih kurang harus mengebut setengah mati.

Disela2 kelelahan saya, saya mulai berpikir. Apakah sekolah itu adalah sumber ilmu paling banyak? Mengapa waktu di sekolah yang menjadi prioritas terbanyak? Mengapa sekolah menyebabkan saya kehilangan banyak hal?

Setelah saya selidiki, usut punya usut. Sekolah ternyata hanya memberikan saya sekitar 28% Ilmu yang berguna bagi kehidupan, sekitar 53% saya dapatkan dari keluarga/lingkungan/teman2 di dunia nyata dan dunia maya, serta sisanya dari berita2. Ya, keluarga dan lingkunganlah sumber ilmu yang paling banyak untuk kehidupan. Pelajarannya bukan berupa Fisika, Matematika, Sejarah, atau apalah. Melainkan pelajaran mengenai kehidupan.

Keluarga adalah sosok yang tidak mungkin bisa dilepaskan dalam masa2 awal kehidupan, keluarga yang saya maksud tidak selamanya berarti ayah dan ibu. Bisa juga kakak, adik, nenek, kakek, paman, bibi, om, tante, atau yang lainnya. Bersama keluarga anda akan mendapatkan pengalaman2 yang berguna untuk kehidupan anda nanti.

Tapi, jika sekarang saya kehilangan waktu untuk berkumpul bersama keluarga lebih lama atau bahkan waktu saya lebih banyak di sekolah. Mungkin saya akan kehilangan kesempatan mendapatkan pengalaman itu, saya bahkan juga akan kehilangan waktu untuk ngobrol2 dan bercerita mengenai bagaimana kabar saya hari ini. Karena ketika saya pulang dan sampai rumah, saya kembali disibukkan oleh tugas2 sekolah dan setelah itu saya yang sudah terlalu capek pun setelah makan, mandi, dan shalat langsung tertidur. Mana waktu untuk keluarganya?

Jika terus menerus seperti ini selama bertahun2, perlahan tapi pasti. Saya telah merugi banyak hal, seperti merugi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, kehilangan beberapa pengalaman yang bisa saya dapatkan andaikata bisa lebih lama bersama keluarga, tidak punya waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan rentan akan stres. Kurikulum Pendidikan Indonesia yang terlalu padat, satu hari 10 jam pelajaran langsung harus ditelan habis oleh Siswa-Siswi yang sebenarnya masih butuh waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Pendapat anda?

Golput kok dilarang?

Topik satu ini menimbulkan perdebatan berlarut2 dan sampai sekarang masih belum jelas, walau penulis bahkan belum cukup umur untuk memilih dalam Pemilu 2009 ini. Persilahkan penulis untuk memberikan beberapa komentar mengenai hal ini.

Ya, keputusan fatwa Haram Golput ini memang kontroversial secara tidak ada Undang-Undang yang melarang itu. Bahkan di kitab suci agama manapun (Terutama Islam) juga tidak ada yang melarang. Jadi sebenarnya apa yang membuat itu dinyatakan haram?

Menurut saya sendiri, alasan pelarangan Golput ini lebih bersifat politik. Supaya semua orang memilih caleg yang tersedia? Atau apa? Apakah ada suatu Hadits yang mengatakan bahwa tidak memberikan pendapat itu dilarang? Atau bahkan akan masuk neraka karena tidak memberi pendapat?

Orang yang tidak memberikan pendapat (Golput) bisa jadi karena mereka memang tidak mempunyai pendapat, pendapat itu kan gak bisa dipaksa. Bahkan kalau sudah benar2 tidak bisa berpendapat, walau harus diseret2 ke TPS. Pasti dia hanya akan pura2 memilih atau mencoblos asal2an (bahkan sampai beberapa calon sekaligus)

Selain itu, orang yang abstain (Memilih tapi tidak sah) juga bisa dikatakan Golput jika pengertian Golput disamakan dengan tidak memberikan pilihan. Walau mereka sudah capek2 memilih dan tidak sah, mereka jadi terkena hukum “haram” itu.

Jadi kali lain, berhati2 lah dalam menyatakan suatu fatwa. Apalagi jika urusannya halal dan haram, menyampuradukkan antara yang Hak dan yang Batil itu dosa besar kan? ;D

Sekali lagi, penulis minta maaf jika tulisannya menyinggung. Trims yang udah mau baca :D

Private Number

Pernah menemukan nomor di Received Calls atau Missed Calls anda yang tidak mencantumkan identitas maupun nomor? Ya, itulah Private Number atau beberapa jenis Handphone menyebutnya dengan Withheld.

Terlepas dari namanya, saya terkadang memikirkan. Untuk apa sebenarnya fitur satu ini diciptakan, fitur ini mungkin hanya memberikan kesenangan kepada penelpon. Tapi memberikan efek ketakutan kepada si penerima telpon, bahkan Private Number kadang menyebabkan si penerima telpon menjadi paranoid dan ketakutan setengah mati.

Sepertinya jika diselidiki, fitur telepon satu ini lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya. Bahkan fitur ini bisa juga dimanfaatkan oleh teroris untuk meneror seseorang.

Bagaimana cara mengatasinya? Saya tidak tahu, saya sendiri selalu mereject setiap Private Number yg menelpon saya.