Masa Orientasi Siswa

7 07 2009

Pada permulaan masuk sekolah/kuliah, biasanya para murid atau mahasiswa baru di sekolah menengah atau universitas akan mengalami masa2 ini. Masa2 seperti ini juga seringkali menjadi “mimpi buruk” si murid baru itu sendiri, karena terkadang masa2 ini dimanfaatkan oleh kakak kelas untuk memelonco si adik kelasnya itu. Tergantung juga sih…

ospek

Sebenarnya, jika ditelusuri. Sejarah MOS, Ospek ini jika ditelusuri sebenarnya sudah sejak Jaman Kolonial, tepatnya di STOVIA atau Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (1898-1927). Pada masa itu, mereka yang baru masuk harus menjadi “anak buah” si kakak kelas itu seperti membersihkan ruangan senior. Dan hal itu berlanjut pada masa Geneeskundinge Hooge School (GHS) atau Sekolah Tinggi Kedokteran (1927-1942) (STOVIA dan GHS sekarang menjadi FKUI Salemba), pada masa GHS ini kegiatan itu menjadi lebih formal meskipun masih bersifat sukarela. Istilah yang digunakan pada saat itu adalah ontgroening atau “membuat tidak hijau lagi”, jadi proses ini dimaksudkan untuk mendewasakan si anak baru itu.

Ketika sudah merdeka pun, proses ini masih dilanjutkan bahkan sampai sekarang. Setelah era 50-an, kegiatan ini dibuat lebih “wajib”. Bahkan malah terkesan semakin tidak mendidik dan hanya menjadi ajang kepuasan si kakak kelas. Yang biasanya menjadi bagian “pemlonco” seringkali orang2 yang kurang kerjaan, jadi semakin membuat kesan tidak mendidik. Bentuk “perkenalannya” pun lebih ke bentuk yang kurang mendidik dan hanya untuk lucu-lucuan seperti si anak baru harus menggunakan aksesoris yang terlihat “lucu”, menggunduli rambut, memakai dandanan yang aneh2, dsb. Dan kegiatannya pun biasanya seenak jidat si senior, seperti membawa barang2 aneh, dll. Dan penuh kegiatan fisik pastinya.

MOS Sekolah Menengah

Dan anehnya, walaupun banyak ditentang semenjak era 60-an. Kegiatan seperti ini seakan tidak ada matinya, malah dalam perkembangannya kegiatan seperti ini malah ditiru oleh SMP dan SMA. Dengan dalih “adaptasi dan peralihan masa”, kegiatan inipun dicontoh oleh satuan pendidikan dibawahnya. Walau tidak sesadis di Universitas, tetap saja terkesan tidak mendidik dan kurang bermanfaat, khususnya pada MOS di sekolah negeri.

Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan dari masyarakat kebanyakan. Kegiatan inipun semakin lama semakin “ringan” dan “mendidik”. Ditambah dengan semakin terlibatnya pihak sekolah/kampus yang menyebabkan semakin “terdidik” juga pelaksananya juga. Sewaktu saya melaksanakan MOS pun, isinya sudah lebih banyak pendidikannya dan semakin kecil unsur ploncoannya (Tapi saya Swasta sih), Dibandingkan dengan cerita saudara2 saya yang mengalami MOS di 90an awal, 90an akhir, dan 2000an awal. Dan bahkan di beberapa Universitas, kegiatan seperti itu sudah dihapuskan seperti di kampus almamater ayah saya
(katanya). Semoga saja benar

Sumber Gambar :

http://www.rpchandra.web.id/
http://www.mediaindonesia.com/

Iklan

Aksi

Information

20 responses

7 07 2009
Taruma

Kan, di plonco benerannya pas masuk himpunan.. hahahhaa. 😀

7 07 2009
Adriano Minami

Himpunan? Perkumpulan mahasiswa gitu?

7 07 2009
cK

wah, jaman saya masuk sma cukup sadis. mesti minta tanda tangan semua anggota OSIS, dan dikerjain macam-macam. mulai dari nyanyi di tengah lapangan, keliling lapangan, merayu kakak kelas, sampai ngebeliin coklat.

yang lebih sadis, disuruh ngemut satu permen untuk satu kelas. kebayang gak tuh yang dapet paling akhir? 😆

7 07 2009
Adriano Minami

Masuknya 2000an awal ya?

Kalo tandatangan, saya juga dapet. Tapi yang laen gak tuh 😀

Untunglah saya masuk di masa damai 😀

18 07 2012
rani

. ea k bayanqq lah .. wkttu saya mos jqa..saya d gto in

7 07 2009
Gunawan Rudy

Pada masa itu, mereka yang baru masuk harus menjadi “anak buah” si kakak kelas itu seperti membersihkan ruangan senior.

Tidak sebatas itu.

RM Tirto ketika pertama kali masuk asrama STOVIA, langsung dikroyok dan ditelanjangi. Itu perlakuan ke seseorang yang bahkan bergelar “Raden Mas”.

7 07 2009
Adriano Minami

Masa ya? *baru tahu*

Memang orientasi tidak mengenal golongan 😀

7 07 2009
Gunawan Rudy

RM Tirtoadhisoerjo, tadi nama yang kuketik kurang lengkap.

Tapi pengeroyokan dan penelanjangan itu tentu ilegal. Penjaga asrama nggak bisa berbuat apa-apa. Hanya direktur sekolah yang bisa mencegah, tapi direktur toh nggak tau apa-apa.

Ironisnya ya sekolah dokter itu yang mayoritas anak-anak dari golongan menengah (beda dengan sekarang, dulu yang disekolahkan kedokteran ya golongan menengah, bangsawan rendah) dari berbagai suku–Jawa, Sunda, Menado, Ambon, Indo, Minang [anak-anak Jawa pun, kebanyakan hanya bergelar “Mas”]–dapat menyiksa seorang “Raden Mas”.

7 07 2009
saKuZo

wowowwow. yang paling saya gak suka dari MOS itu, bawa2 balon, saya phobia balon !! ayo bikin klub anti MOS with ballon !!!

7 07 2009
Adriano Minami

Hahaha, kenapa sama balon?

7 07 2009
ampun deh

menurut saya sih apa gunanya begituan.

dulu waktu mau smp saya di palakin 200rebu buat cokelat.

dulu kan duit segitu lumayan 😥

7 07 2009
Adriano Minami

Astaga, ternyata sejenis pemerasan pun ada 😮 *pura2 gak tau*

Pihak sekolah tau?

8 07 2009
christian~

curhat mas sama mos di skola hehe

8 07 2009
Adriano Minami

Bagian mananya nih? Hehehehe

Untuk menghindari hal2 sensitif gak usah lah 😀

8 07 2009
Eri-chan

Untunglah tahun kemarin waktu MOS SMA nggak diapain-apain.

SMP juga gitu.

*Entah kenapa selalu lolos dari maut XD~~*

Nggak tau 2 tahun ke depan pas OSPEK kuliah. Moga2 beruntung juga 😀

*digampar bolak-balik, comment g’ penting*

8 07 2009
Adriano Minami

Ingat… OSPEK biasanya jahat lho >:D

*digeplak karena nakut2in*

8 07 2009
Eri-chan

Moga2 aja cuma setara ma diklat CAPEOS (Calon Pengurus Osis), disuruh bawa macem2 en kena marag2 doang.

Jangan sampe deh ada kekerasan fisik *merinding*

11 07 2009
A New Beginning « Adriano Minami Simple World

[…] Comments Adriano Minami Simpl… di Masa Orientasi Siswa lavie di MatiBeku’s Clue : Indone… Vengeance™ di MatiBeku’s Clue : […]

15 01 2012
tedi setiawan

asik apik dah pokoknya MOS dari smp sampe kuliah ,, hahahaha

5 08 2015
rahmadgunawan

mos harus dilarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: