Geografi

9 09 2009

Geografi atau dalam Bahasa Indonesia disebut juga Ilmu Bumi. Ilmu yang mencakup Bumi dan Alam Semesta ini dalam kurikulum pendidikan SD hingga SMA dimasukkan sebagai cabang pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial atau disingkat IPS. Jadi, tatkala mengalami penjurusan di SMA pada kelas 2 atau beberapa sekolah pada kelas 1 semester 2, mata pelajaran satu ini digolongkan sebagai pelajaran untuk jurusan IPS. Sedangkan jurusan IPA tidak mendapatkan pelajaran satu ini.

Suatu hari, saya terinspirasi dengan percakapan teman saya mengenai perihal pelajaran ini

“Gw anak IPS belajar Geografi padahal nanti kuliah kan Jurusan Geografi harus dari IPA, sedangkan lo pada anak IPA malah gak dapet Geografi padahal bisa masuk Jurusan Geografi. Seharusnya Geografi itu masuknya ke IPA, bukan IPS”

Saya jadi terpikir juga mengenai masalah ini, mengapa pelajaran Geografi dimasukkan kedalam Ilmu Sosial sedangkan di kuliah nanti malahan Geografi digolongkan dalam jurusan Ilmu Alam yang dimana anak IPS tidak bisa masuk kesana kecuali dengan mengikuti IPC yang tentu saja dengan susah payah harus mempelajari pelajaran IPA selama 3 tahun di SMA.

Tidak sinkron rasanya jika seperti ini, mereka yang telah belajar Geografi secara mendalam selama SMA malahan jadi tidak bisa melanjutkannya jika kuliah nanti. Sedangkan yang tidak mempelajarinya malahan yang memiliki kesempatan untuk masuk, yang tentunya membuat ketika masuk kesana menjadi cukup kaget karena di SMA ketika terspesialisasi tidak mendapatkan Geografi.

Bagaimana pendapat anda?

Iklan

Aksi

Information

27 responses

9 09 2009
indowaps

Satu lagi kecacatan sistem pendidikan Indonesia

9 09 2009
TamaGO

nah, buat gw geografi SMU emang lebih cocok masuk IPS karena lebih banyak fokus ke hafalan koordinat negara, batas wilayah, produksi, dll dsb
Klo geografi IPA (yg kayanya lebih cocok disebut geologi) sudah masuk di pelajaran fisika

curcol ga penting : ga rela gw sebagai anak IPA yg dipaksa belajar sejarah dan ngapalin pasal2 dan hal2 berbau IPS di PPKn klo masih harus ditambah geografi lagi :p

9 09 2009
Gunawan Rudy

Geografi gak sama dengan Geologi, apalagi Geodesi.

Di kuliah, Geografi itu biasanya sepaket dengan Ilmu Lingkungan. Di UGM aja, namanya bukan “Geografi” thok, tapi “Geografi dan Ilmu Lingkungan”.

Isi Fakultas Geografi? Ada prodi Geografi dan Ilmu Lingkungan, ada prodi Penginderaan Jauh.

Kesemuanya berbeda dengan Geografi yang ada di SMA. Di SMA, Geografi lebih pada pendekatan sosial, misalnya kependudukan, statistik. Sedang di Perguruan Tinggi, akan banyak hitung-menghitung, mempelajari lingkungan, bahkan sampai masalah gempa dan tsunami.

Geografi ini memang lintas disiplin ilmu. Sama kayak Arkeologi dan Antropologi. Di Perguruan Tinggi, Arkeologi dan Antropologi masuk mana? Ya jelas masuk ke dalam fakultas-fakultas ilmu sosial atau non-eksakta.

Tapi jangan heran, kalau di Arkeologi nanti belajar kimia, geologi, biologi. Atau di Antropologi akan mendapatkan human biology, anatomi, forensik, teori evolusi, dll. Lah kok Ilmu Budaya / Ilmu Sosial belajar eksakta? Ya itulah menyenangkannya sebuah ilmu yang lintas disiplin, menantang dan menyenangkan.

Jangan kotak-kotakkan pikiran. Anak IPA Ncuma belajar IPA gak butuh IPS? ANak IPS cuma belajar IPS gak butuh IPA? Bullshit. Toh ilmu itu sebenarnya lintas disiplin.

8 12 2009
agus sn

pendpt ini betul buanget yang namanya ilmu ga perduli mo diapakan yang pasti ilmu apa aja ada tersedia dimuka bumi ni, yang penting bagaimana kita mengkonsumsinya sbg modal hidup yang jelas akan membantu kita dalam mengarungi kehidupan ini.

10 09 2009
Generasi Patah Hati

wah komennya Gun mantep tenan! *menjura*

10 09 2009
TamaGO

IMHO,Kayanya sih nggak perlu segitunya, fokus ke salah satu bidang ilmu buat gw lebih oke daripada mempelajari banyak hal tapi nggak ada yg spesifik (belajar banyak bidang tapi cuma kulit luarnya doang). Di dunia kerja nantinya juga lebih dibutuhkan pemahaman yg benar2 mendalam pada suatu bidang kok

Dan karena kecil kemungkinan anak IPA bakal meneruskan ke jurusan sosial, jadi mempelajari geografi yg pendekatannya lebih ke arah sosial di SMA sepertinya kurang bermanfaat. Lebih baik lebih ditekankan ke IPA-related biar lbh bisa mengikuti materi kuliah nantinya.

11 09 2009
gun males login

Izinkan aku mendebat.

fokus ke salah satu bidang ilmu buat gw lebih oke daripada mempelajari banyak hal tapi nggak ada yg spesifik (belajar banyak bidang tapi cuma kulit luarnya doang).

Fokus ke satu disiplin ilmu nggak akan bisa digeneralisasikan. Sebagian besar disiplin ilmu yang ada itu saling berkaitan. Arkeologi tanpa mempelajari Geologi atau Kimia, ya bukan Arkeologi namanya.

Inilah beda sistem pendidikan kita dibandingkan di negara-negara Eropa/Amerika. Di sana ada yang namanya major dan minor. Misal major di Ekonomi Pembangunan, dan minor di Antropologi. Konsen utamanya tetap pada Ekonomi Pembangunan namun sedikit banyak juga mempelajari Antropologi untuk mengaitkan keduanya (berkaitan dengan salah satu cabang Antropologi terapan, yaitu Antropologi Ekonomi).

Kita masih terus didogma untuk fokus dan fokus ke SATU disiplin ilmu dan mengabaikan yang lain.

Temanku yang kerja di rektorat UG* sering mengeluh mengenai bagaimana anak Teknik mbulet kalau membuat kalimat. Padahal dia sendiri lulusan Teknik Elektro.

Aku cenderung setuju bahwa mempelajari banyak hal tapi hanya kulit luarnya itu rada sia-sia, tapi bagiku ada sebuah disiplin ilmu di mana kita konsen dan ada disiplin-disiplin ilmu lain sebagai penunjang. Dengan itu pemahaman (bukan sekadar pengetahuan!) kita akan disiplin ilmu yang kita fokuskan tersebut akan lebih dalam. Seorang anak HI misalnya, konsen utamanya ke HI namun mempelajari Sosiologi, Komunikasi, Antropologi, dll.

Di dunia kerja nantinya juga lebih dibutuhkan pemahaman yg benar2 mendalam pada suatu bidang kok

Are you sure……? :mrgreen:

Sorry kebanyakan memakai contoh Arkeologi dan Antropologi. Karena di sanalah aku berkecimpung. 😀

*balik ngeronda di ruangan Homo erectus*

Tapi tenang saja, aku ini calon lulus 14 semester kok. Bukan mahasiswa cerdas.

12 09 2009
Xaliber von Reginhild

Bukannya kita bisa “belanja” mata kuliah jurusan lain? :mrgreen:

13 09 2009
TamaGO

menjawab komen mas gun kembali, sepertinya perbedaan pendapat kita sih karena perbedaan contoh saja hehe.

Memang ilmu itu saling berkaitan tapi yang saya maksud fokus itu adalah cukup mempelajari yang ada kaitannya saja, tidak usah terlalu mendalam. Misal saja di elektro membutuhkan pengetahuan fisika yg berkaitan dgn perhitungan voltase,hambatan, dan hal2 seperti itu tapi tidak perlu mempelajari seluruh ilmu fisika murni macam gaya gravitasi, fluida, dan lain sebagainya kan?

yes i am sure di dunia kerja seperti itu coz saya sudah mengalaminya, banyak kasus dimana seorang lulusan ditanya ngerti X?ngerti Y? dan dijawab ngerti tapi begitu diberikan kerjaan tentang itu ternyata kebingungan sendiri dan kerjaannya jauh di bawah harapan. Itu karena apa yg dia kira sebagai ‘ngerti’ ternyata hanya kulit luarnya saja :p

ya mungkin klo mau dibahas lebih enak PM aja, ga enak klo panjang2 disini. kesannya gimana gitu 😀

10 09 2009
jensen99

Ini masalah sesungguhnya, takut gagal di UPC saat mau masuk kuliah? 🙄

10 09 2009
jensen99

Maaf, typo. Maksudnya ujian IPC di UMPTN…

12 09 2009
Xaliber von Reginhild

Nuff said from Mr. Goen, saya tak bisa berkata apa2! :mrgreen:

FYI, yang sekarang dipelajari di “Geografi” SMA itu bakal ada di Sosiologi pas kuliah kok, jadi tenang saja. 😉

Eh tapi, mungkin yang dimaksud disini itu Geografi yang IPS ya. Setahu saya ada beberapa sekolah yang IPA-nya juga belajar Geografi, tapi Geografi IPA. Yah, struktur bumi dan semacamnya lah.

12 09 2009
gun males login

Selain di Sosiologi, berkaitan pula dengan yang bakal ada di Arkeologi, Antropologi,

Btw, gara-gara urusan Geografi SMA ini aku jadi ingat soal Antropologi SMA.

Di sebagian besar SMA, Antropologi masuk ke jurusan Ilmu Bahasa. Namun ada juga yang masuk ke IPS. Dan ada juga yang nggak ada sama sekali di SMA.

Menarik memang kecenderungan masuknya Antropologi ke jurusan Ilmu Bahasa di SMA. Setahuku Antropologi di UI, Brawijaya, Udayana, Unpad, dll masuk ke Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

Lah mengapa di SMA malah ada di jurusan Ilmu Bahasa?
Rupa-rupanya rada mirip dengan yang terjadi di UGM, di mana Antropologi masuk ke Fakultas Ilmu Budaya (dulunya Fakultas Sastra).

Pendekatan yang ada saat SMA adalah pendekatan linguistik (kalau di UGM sih, karena para pionir perintis jurusan Antropologinya kebanyakan dosen-dosen linguistik/sastra). Lah mengapa bukan pendekatan sosial agar nantinya bisa jadi bekal saat kuliah?

Nah sekali lagi ini yang namanya mengkotak-kotakkan antara Ilmu Alam, Ilmu Sosial, dan Ilmu Bahasa. Antropologi (baca: konsentrasi Antropologi Budaya, bukan Ragawi), ialah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaannya. Dan linguistik atau bahasa adalah salah satu unsur terpenting dalam kebudayaan. Jadi yang dipelajari pada jurusan Ilmu Bahasa di SMA adalah Antropologi Linguistik dan Linguistik Antropologi (kedua istilah ini berbeda loh ya).

Tapi eh tapi… Antropologi pun bisa masuk ke Fakultas Kedokteran… Jika itu murni Antropologi Ragawi (dalam hal ini lebih pada anatomi, forensik, paleoantro, dll) tanpa melibatkan unsur Budaya. Atau bisa juga masuk jurusan IPA di SMA (meski rada bertabrakan sama Biologi).

23 09 2009
Xaliber von Reginhild

*jadi ingat Pengantar Ilmu Antropologi*

Itu dia, pas awal2 kuliah saya juga agak nggak menduga kalau Antropologi ternyata erat kaitan sama Kedokteran, bisa jadi bagian forensik malah katanya (kalo udah kerja).

Ngomong2 soal Antropologi pas SMA, dulu jurusan IPS di sekolah saya sempet dapet Antropologi, tapi saya nggak sempet merasakan. Sekarang penggantinya Sosiologi. Kurang tahu sih kayak gimana aslinya pas dulu itu, tapi katanya kurang lebih nggak beda jauh dari Sosiologi, tapi dengan lebih banyak field trip.

12 09 2009
gun males login

Bukannya kita bisa “belanja” mata kuliah jurusan lain?

Lah aku [bakal] ambil MK Bahasa Jawa je. :mrgreen:

*kapaaaan sayaaaa lulusnyaaaaa iniiiii*

*getok kepala fosil-entah-apa*

13 09 2009
gun males login

yes i am sure di dunia kerja seperti itu coz saya sudah mengalaminya,

Lah kok aku beda ya? :mrgreen:

Nah loh….. 🙄

13 09 2009
Dark ZX

Ya….
untukku, geo masuk IPA jika membahas tentang bumi
dan IPS jika membahas tentang perhitungan penduduk dan demografi

tAmbah lagi masuk bahasa kalau masalah bangsa dan negara.
(antropologi? kalau tak salah)

17 09 2009
fadel ahmadi

klo gw ngeliat sih geografi di kuliah lebih menggunakan sudut pandang ilmu alam…

yah gw ngambil contoh aja.. gw kuliah di jogja UG*….. meskipun gw kul. teknik tp gw juga tau-tau dikit ttg geografi.. gak jauh dari balsan2 sebelumnya geografi di kampus gw dibagi ada geografi manusia,kartografi pengindraan jauh, dll gw gat tau prodinya apa aja soalnya hehehe..
gw ambil contoh nih , kartografi pengindraan jauh, itu lo bakal belajar ttg hal2 yang berhub. dengan perpetaan melalui sistem/pengolahan INDRAJA.. (masih inget ga tuh pel. sma) lo bakal sedikit banyak mengenal akan penggunaan alat2 yang juga berbasis atau berdasar dari terapan2 fisika.. lo juga bakal belajar kontur tanah dari suatu daerah yang ga mungkin bisa terlepas dari Ilmu alam. sampe program komputer GIS (geography information sysytem – gtu yah tulisannya hehehe)…
emang yah klo ngeliat dari penggunaannya yang pake indraja, satelit buat perpetaan, GIS, dan membahas ttg kontur tanah mirip2 ma pel teknik di geodesi (gw tau kata kunci tuh doang soalnya gw sendiri ga di geodesi hehe).. hampir sama kok cuma “KERANGKANYA” berbeda….
klo geografi itu termasuk sains ilmu alam jadi ketika lulus lo bakal dapet gelar sarjana sains…meskipun geograpi punya fakultas sendiri dari mipa…

banyak juga orang nanyain
-kenapa harus ada “teknik fisika” di fak teknik padahal ada jurusan “fisika” di mipa..
-kenapa ada “teknik kimia” di teknik padahal ada jurusan “kimia” di mipa
-kenapa ada “geologi” di teknik padahal ada “geofisika” di mipa ( yang konon katanya pel. mirip2 tuh)
-kenapa ada “perenc. kota” di teknik padahal ada jurusan “pembangunan wilayah” di geografi(mipa = sains alam)
-dan yang terakir kenapa ada “geodesi” padahal ada kartografi pengindraan jauh di geografi(mipa)

fisika,teknik fisika;kimia,teknik kimia;geologi,geofisika;perenc.kota,pemb.wilayah; geodesi;kartography…
setiap pasangan memiliki rumpun dan dasar ilmu yang sama… liat aja sksnya geodesi ma karto pasti ada yg sama mata kuliahnya ex: kartografi,pengindraan jauh,hal2 yang berhub dengan perpetaan, geologi dengan geofisika mereka juga punya geomorfologi, vulkanologi,geologi tanah;perenc.kota ma pemb. wilayah punya mat kul. yang berhub. dgn lingkunngan n sumberdaya ..dll

namun yang membedakan mereka adalah TEKNIK dgn SAINS..(teknik=engineering=rekayasa=pemecahan masalah)jadi teknis nya teknik tuh lebih pada aplikasi dalam penggunaan di kehidupan sehari2 …makanya jangan heran klo anak teknik “lebih banyak” menghasilkan suatu produk siap pakai dari pada menciptakan suatu rumus (yang kebanyakan dilakukan anak sains) yang harus di ramu sekali lagi agar dapat diaplikasikan..
ga ada yang lebih penting antara sains dan rekayasa ..semuanya salign membutuhkan…

hehehe sori yah jadi melenceng dari forumnya…mungkin bisa buat referensi aja…
gpp ikut IPC aja ..gak sedikit kok yang dari non-eksak ke eksak.. yang penting emang harus minat dulu ..sip
wasalam

30 11 2015
seseorang øn

Saya boleh tidak setuju dengan komentar ini yha.
Sebenarnya belum tentu kalau di fakultas Teknik berarti menghasilkan produk siap pakai dan sains menghasilkan rumus.
Contoh jurusan dari Fmipa (Ugm) yg menghasilkan produk siap pakai juga adalah Elektronika dan Instrumentasi, atau juga Ilmu Komputer (software).
Contoh jurusan di F Teknik (UGM) yg menghasilkan sesuatu yang masih harus diolah lagi atau bukan produk siap pakai juga ada, misalnya PWK (mereka merencanakan tata kota, tapi tidak membangun gedung)

F Teknik memang banyak belajar tentang terapan dan pemecahan masalah, tapi Sains juga lho. Jadi, jangan seakan2 Sains kurang dalam hal pemecahan masalah.
Bahkan bisa jadi yg Sains lebih menekankan ke terapan. Misalnya, Geografi lebih menekankan pada pembuatan peta tematik (terapan) daripad T Geodesi yang lebih jago membuat peta dasar (yg nantinya harus diolah lagi menjadi peta tematik untuk aplikasi).

Saya setuju sekali dengan tidk ada yg lebih penting antara Teknik/rekayasa dn Sains. Keduanya punya posisi penting masing2. Cuman, orang Indonesia kbanyakan mengira bahwa materi di Sains atau Fmipa tidak bisa diterapkan langsung, seperti di SMA, dan lulusannya biasa jadi guru. Padahal, tidak.

Dan oiya, saya juga setuju Geografi lebih kepada ilmu alam, IPA. Lengkapnya, bisa dibaca di sejarah ilmu Geografi.

Lalu apa bedanya jurusan2 yg mirip di kluster Sains dan Teknik?
Sulit dijelaskan, harus ditinjau masing2. Ini sudah sgt mirip. Perbedannya terletak pada susunan mata kuliah dan penekanan ilmu mana yg banyak diberikan.

19 09 2009
miida :)

numpang lewat 🙂

UH-1 geografi gw mah remed ! . huehehe :))

8 12 2009
agus sn

Mr Adriono Minami , and berbakat menjadi opinion men dengan memberi pancingan makalah, anda membuat orang gatel untuk berkomentar, lucu, tapi seru yah namanya juga level SLA yang masih banyak yang harus dipelajari dan menyimaki lika-liku ilmu dan kehidupan. Hayo terus berkarya jgn kendor Aq dukung buanget, so pasti !!

8 02 2010
pangesti

saya pikir seharusnya geografi itu diberikan sejak sd,smp,sma, layaknya pelajaran bahasa Indonesia, sebab geografi itu penting, khususnya untuk mengenali wilayah Indonesia sendiri, mempelajari SDA yang ada pada negeri kita, supaya kelak kita ga di bodoh-bodohi sama negara lain, layaknya banyak kasus SDA kita dimanfaatin negara lain yang kebanyakan kita ditipu dan dirugikan..
saya inget perkataan dosen saya “maling lebih mengetahui potensi rumah sasarannya, dibanding pemilik rumah itu sendiri”. maksudnya kalo diterapin ke SDA, kebanyakan negara lain yang tahu potensi besar SDA negara kita, tetapi kita sebagai manusia yang lahir dan besar di Indonesia malah ga tahu mana aja potensi besar SDA kita..
so..saya pikir geografi itu pelajaran wajib yang amat penting bagi semua kalangan.

17 11 2010
frandifrandi

gmn donk.. gw sendri sebenernya anak ips yang tertarik ma geologi.. gw masuk ips karena ga tau mau masuk di bidang geologi mesti dari ipa.. parah bgt dah nih..
gw butuh bantuan referensi kuliah yang berhubungan dengan geografi, need some help please..

17 11 2010
frandifrandi

gmn donk.. gw sendri sebenernya anak ips yang tertarik ma geologi.. gw masuk ips karena ga tau mau masuk di bidang geologi mesti dari ipa.. parah bgt dah nih..
gw butuh bantuan referensi kuliah yang berhubungan dengan geografi, need some help please.. need help

25 11 2012
jesica

Mungkin kk masuk IPS itu yg terbaik di kasih Tuhan
Semangat buat IPS nya hehehe 🙂

25 11 2012
jesica

yah… berarti harus masuk IPA donk !!
Padahal pelajaran IPS lebih seru dari pada IPA :/

2 01 2016
salsabilla caca

sayang bgt ya, anak IPS ‘sulit’ masuk geografi. kalau geofisika atau geologi sy maklum aja. tp gmn dng geografi yang dipelajari anak IPS?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: