Natal

25 12 2009

Dulu, ketika saya masih sekitar kelas 6 SD. Saya banyak membaca berbagai majalah Islam karena pada saat itu cukup terinspirasi dari om saya untuk mempelajari Islam lebih dalam. Dan ketika saya membaca majalah-majalah itu saya membaca berbagai tulisan baik itu artikel atau konsultasi tanya jawab. Dan beberapa artikel yang saya baca mengenai Natal di majalah-majalah itu merujuk pada satu hal, mereka tidak setuju bahkan mengharamkannya dikarenakan dianggap menyetujui bahwa Tuhan punya anak walaupun hanya mengucapkan selamat Natal.

Dan saya yang waktu itu masih kecil pun spontan terpengaruh oleh itu, dan saya yang menjelang Natal biasanya mengucapkan selamat ke Oma saya dari ayah yang beragama Protestan, saudara-saudara dan teman-teman yang Kristiani lainnya. Tiba-tiba menolak bahkan mengungkapkan bahwa saya tidak mau dan tidak akan mengucapkannya. Hal inipun mendapatkan pertanyaan dari ayah saya yang heran dengan sikap saya yang terkesan aneh. Beliau berkata, tidak ada masalah sebenarnya mengucapkan begitu saja. Tergantung niat katanya bukan?

Beberapa tahun setelah itu hingga saya kelas 2 SMA sekarang ini, serta setelah bergaul dan berdiskusi dengan lebih banyak orang dari berbagai latar belakang dan pemahaman serta membaca banyak bacaan seperti artikel, buku, dan sebagainya saya kembali berpikir, adakah yang salah dengan perayaan Natal itu sendiri? Apakah Natal itu tidak bermanfaat atau bahkan bermudharat? Mengapa tidak disukai bahkan hingga harus disambut dengan bom dan kerusuhan menjelang Natal?

Jika melihat dari prakteknya, sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dari perayaan Lebaran. Dalam esensi kekeluargaan dan kebersamaan misalnya, pada hari Natal orang-orang berkumpul bersama sanak keluarga , beribadah bersama, menyantap jamuan bersama, lalu mengunjungi sanak saudara dan kerabat , mereka menikmati kebersamaan dengan caranya yang berbeda dengan Lebaran tapi pada intinya adalah kebersamaan. Selain itu momen Natal juga sama-sama dimanfaatkan banyak orang untuk berbuat baik kepada sesama, ada yang mengisinya dengan memberikan sumbangan atau bahkan kerja sosial ke panti asuhan, panti jompo, atau ke pemukiman orang miskin.

Saya merasa momen-momen itu juga “religius” khususnya bagi yang merayakan mungkin, dan saya merasa perayaan seperti tadi baik kegiatan atau bahkan lagu-lagunya dapat menenangkan jiwa dan memberikan inspirasi baru. Tidak jauh berbeda dengan ketenangan dan perasaan bahagia yang dialami oleh mereka yang merayakan Lebaran bukan?

Maka dari itu, saya merasa secara praktek tidak ada yang salah dan seharusnya tidak disambut dengan kerusuhan dan bom. Terlepas dari berbagai hal, marilah kita menghormati mereka yang merayakannya dalam damai. Dan dengan ini saya mengucapkan, selamat Natal 2009 bagi yang merayakan dan Tahun Baru 2010! Semoga hari-hari kita selanjutnya semakin bisa diisi dengan kedamaian dan kerukunan.

Iklan

Aksi

Information

15 responses

26 12 2009
Xaliber

Karena, kalo kata khotib kemarin, Islam tidak mengenal toleransi beragama, tapi antar-umat beragama… mengucapkan selamat Natal itu berarti mengakui keberadaan agama (bukan umat) lain. 😆

Ya gampang saja, yang jadi mayoritas ya yang jadi “budaya”, kayak Idul Fitri. Yang minoritas ya cuma dianggap sampingan, pagan, atau bahkan dilarang. Barangkali di negara lain juga demikian.

Seandainya orang2 berdahi hitam itu bisa menangkap esensi kasih Natal, barangkali mereka bisa mengerti bahwa Yesus atau Muhammad sekalipun tidak datang demi menebar prasangka, tapi utk kasih dan damai. 🙂

Selamat Natal.

26 12 2009
gunawanrudy

Tahu kenapa dalam satu agama kadang ada banyak aliran dan ajaran yang berbeda? Interpretasi.

Mana interpretasi yang benar? Semuanya kembali kepada kemauan [dan kenyamanan] si umat untuk percaya yang mana. :mrgreen:

http://abuaufa.multiply.com/reviews/item/15

Kajian di sana lumayan berimbang dalam hal ini.

26 12 2009
sakuzo raito kuran

kalau saya sih waktu kecil pernah dikasihtau “ngucapin aja gak papa, tp kl turut merayakan, baru gak boleh”
jd saya sih ya ngucapin aja.
trs saya juga suka bingung sm orang2 yang tiba2 panas pas ada temennya yang muslim ngucapin selamat natal ke temennya yang lain, padahal kan di pelajaran PPKN juga diajarin adanya toleransi beragama, malah di facebook saya liat ada yang pasang stat “selamat hari natal bagi yang merayakan :D” langsung dikasihin wall “gaboleh ngucapin selamat natal ka, berpeganglah pada agama sendiri jgn terpengaruh agama lain” padahal apa salahnya kl cm sekedar mengucapkan tanpa merayakan ?

27 12 2009
Amd

Yah, POKOKNYA™ harom aja, hohoho…

27 12 2009
Xaliber von Reginhild

@sakuzo raito kuran:
Ya itu, kalau kata khotib sih, “tidak ada toleransi beragama di Islam”, mengucapkan selamat Natal itu adalah “toleransi beragama”; jadinya haram. 😆

@gunawanrudy:
Sesat itu, bang, pasti antek2 JIL.

28 12 2009
Kazunari Granvil

Saya rasa tidak ada salahnya dalam pemberian selamat, terutama dalam konteks natal. Menurut saya hal ini kurang lebih sama seperti ulang tahun. Kita mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman kita, tetapi kita tidak secara automatis merayakan ulang tahun tersebut, bukankah begitu? CMIIW. Sekali lagi, ini hanyalah pendapat saya.

29 12 2009
Xaliber von Reginhild

Tampaknya saya harus hati-hati dalam bermain sebagai “poe”. Itu kan bercanda. 😕

*berguru pada mas Catshade*

3 01 2010
kishandono

selamat natal!!!

10 01 2010
si orang aneh

nggak usah jauh2 ke yg agama islam, kristen juga ada kok aliran yg nggak ngerayain & ngeharamin perayaan natal. tapi kalo efek perayaannya baik sih, kayaknya nggak ada masalah tuh. 😀

20 01 2010
NobodyKnowsMe。

Kalo kata kakakku, dulu tu ada pendeta(mungkin, aku lupa) yg nyembah matahari.
Trus pendeta itu mau ngerubah ajaran kristen yg menyembah Allah menjadi menyembah Yesus.

Setiap tanggal 25 desember, pendeta itu merayakan hari kelahiran dewa matahari. Setiap tanggal itu, mereka selalu bersenang² gitu lah.

Karena ga mau kehilangan kesenangan itu setiap taun, maka dari itu, tanggal 25 di ajaran Kristen, ganti hari kelahiran Yesus biar mereka bisa tetep seneng²

OMG! Aku bingung. Gitu lah pokoknya. Maaf kalo ada salah² kata, aku juga ga inget sama ceritanya kakakku

15 02 2010
pancablog

cerita kakak anda itu adalah dongeng. menurut saya dongeng kakak anda itu bagus.sampaikan salam saya pada kakak anda. terimakasih

7 02 2010
Xaliber von Reginhild

TSnya mana nih? Nyiapin mudharatnya dulu ya?

8 05 2010
Old_Man

Oke…. Saatnya orang yg fanatik Islam berbicara…. Sayalah salah satu orang tersebut…. Begini bung…. Maaf y sebelumnya… Saya akan menjelaskan mengapa mengatakan selamat natal itu harom di Islam… Karena Natal itu memperingati hari lahirnya Isa sebagai Tuhan…. DI Islam…. Isa itu bukan tuhan…. SO, klo awak bilang selamat natal… Awak setuju donk klo Isa itu tuhan…. Maaf, maaf, maaf… Ini negara bebas komen kan…. dan saya harap komen saya tdk menyakiti siapa pun… klo mau dilanjutin debatnya monggo…. Old MAN siap disini

18 09 2010
Sampah

^orang kayak gini nih yang waktu SDnya gak belajar PPKN.

30 04 2012
Jim

Natal hanya untuk merayakan kelahiran Yesus ke dunia sebagai penebus dosa. There is no relation between God and birth. Old_Man berpikir terlalu jauh. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: