Bulan Baik, atau Bulan Munafik?

23 08 2009

Bulan Ramadhan, bulan yang dikatakan sebagai Bulan baiknya umat Islam. Bulan yang digembor-gemborkan sebagai bulan kebaikan serta penuh ampunan dan rahmat dari Tuhan. Konon, segala amal kebaikan dibulan Ramadhan bernilai jauh lebih banyak hingga beratus-ratus kali lipat dibandingkan pada bulan lainnya.

Karena itulah, di bulan Ramadhan orang-orang mendadak menjadi sangat religius. Mereka meningkatkan ibadah dan amal kebaikan mereka. Mereka menjadi “islami”. Orang-orang menjadi sangat latah terhadap bulan Ramadhan, dan menganggap itulah bulan untuk menunjukkan eksistensi Islam mereka.
Acara-acara di televisi dibuat se-“islami” mungkin, lalu berbagai acara-acara sosial seperti buka puasa bersama fakir miskin dan bakti sosial diadakan untuk menyambut bulan Ramadhan. Dan intinya, semuanya mendadak menjadi sangat “islami”

Tapi, apakah yang akan terjadi andaikata bulan Ramadhan tidak dijanjikan pahala berlipat ganda dan jaminan surga ? Apakah mereka akan melakukan itu juga? Apakah mereka akan menjadi religius juga? Akankah nuansa bulan Ramadhan akan berubah dari bulan-bulan lain?

Well, to the point. Segala perubahan ini terkesan sangat munafik jika jawaban pertanyaan diatas adalah tidak. Segala perubahan yang terjadi selama bulan Ramadhan bukanlah menjadi suatu hal yang baik, tetapi malah menjadikan sebuah kebohongan terutama kepada Tuhan. Perumpamaannya adalah, mereka adalah pegawai yang berpura-pura baik hanya jika bosnya akan memberikan suatu bonus. Setelah diberikan, bosnya
akan kembali dicela dari belakang. Seperti ibaratnya orang-orang yang berhenti menikmati maksiat hanya ketika puasa dan kembali melakukannya setelah Ramadhan.

Apakah perubahan-perubahan itu hanya suatu bentuk kelatahan? Atau hanya “gertak sambal” yang ditujukan kepada Tuhan? Silahkan dijawab sendiri.

PS : Ditulis pada malam hari, maaf kalau ngawur ^^

Iklan

Aksi

Information

3 responses

23 08 2009
si orang aneh

tanya: sebenernya pahala itu hitungannya gimana ya? apa kayak karma (kalo lebih banyak berbuat baiknya daripada jeleknya terus masuk surga atau sejenisnya begitu)?

kayaknya sih kalo ngak ada pahala lebihnya juga kebanyakan orang nggak bakal puasa sih, banyak juga orang yg puasa cuma buat gaya2an aja. pernah ada temen gw yg pas bulan puasa keliatan di depan guru/orang tuanya aja dia puasa, pas gak ada yg ngeliat dia minum/makan, terus balik ‘puasa’ lagi. jadi kayaknya puasa itu kayak ngikutin trend aja, buat ditunjukin ke orang doang.

24 08 2009
Zhoya

Dalam banget nih judul postingnya 😉
Anyway… salam kenal ya 🙂

24 08 2009
Xaliber von Reginhild

Tuhan tidak pernah dicintai. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: