Noordin datang Lapindo menghilang

9 08 2009

Sebelumnya, bacalah kutipan dari sini

SURABAYA, KOMPAS – Setelah empat kali berkas perkara pidana Lapindo dikembalikan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Kepolisian Daerah Jawa Timur akhirnya menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan. Menurut polisi, kasus semburan lumpur Lapindo bukan perkara pidana.

Keputusan penghentian penyidikan kasus Lapindo tertuang dalam surat perintah penghentian penyidikan (SP3) yang ditandatangani Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Edy Supriyadi tertanggal 5 Agustus 2009.

”Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Empat kali berkas perkara dikirim ke jaksa penuntut umum, tetapi selalu dikembalikan. Hingga saat ini, kami tak mampu memenuhi petunjuk jaksa,” ucap Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Pudji Astuti, Jumat (7/8) di Surabaya.

Petunjuk yang diminta jaksa adalah membuktikan korelasi dan sebab akibat semburan lumpur yang keluar pada radius 150 meter dari lubang sumur pengeboran Banjar Panji I.

Tak ada saksi

Menurut Pudji, sulitnya pembuktian disebabkan tak ada saksi saat kejadian. Selain itu, belum ada ahli yang bisa membuktikan korelasi antara sebab semburan lumpur dan keberadaan sumur pengeboran. ”Belum bisa dibuktikan mata bor menyentuh lumpur yang keluar dari titik semburan,” ujarnya.

Keputusan polisi diperkuat putusan gugatan perdata (class action) yang diajukan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia terhadap Pemerintah Indonesia dan PT Lapindo Brantas. Pengadilan—mulai dari pengadilan negeri sampai Mahkamah Agung—menyatakan tak terjadi perbuatan melawan hukum atas pengeboran di Banjar Panji I oleh PT Lapindo Brantas.

Menyusul dikeluarkannya SP3 tersebut, korban lumpur Lapindo menyatakan khawatir sisa pembayaran ganti rugi lahan mereka akan tersendat.

”Saya heran atas keputusan tersebut (dikeluarkannya SP3). Bila penyidikan kasus Lapindo dihentikan, bagaimana kelanjutan pembayaran ganti rugi kepada korban lumpur? Ini kan belum ada kejelasannya,” keluh Wakil Ketua Paguyuban Warga Renokenongo Korban Lapindo (Rekorlap) Pitanto, di Sidoarjo kemarin.

Secara terpisah, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jatim Eddy Rakamto mengatakan, pihaknya belum menerima pemberitahuan Polda Jatim tentang SP3 itu. ”Kami harus menelaah kasus itu beberapa hari untuk mengetahui alasan penghentian kasusnya,” ujarnya.(ABK/APO/BEE)

Well, berita yang muncul beberapa hari sebelum kasus pengepungan Noordin M. Top ini menjadi terabaikan dan bahkan sangat jarang terekspos dalam berita. Saya saja baru mengetahu berita ini setelah dikabarkan seorang teman

Pemberitaan mengenai Noordin M. Top yang sangat dibesar2kan, telah menutup perhatian publik terhadap kasus yang berhubungan dengan Lapindo ini. Memang, saat ini masyarakat sedang terlena dengan fenomena teroris akibat bom yang terjadi pada 17 Juli 2009 lalu di Ritz Carlton dan J.W Marriott yang berdampak ke banyak hal lainnya dalam pariwisata. Jadi ketika “gembong” teroris satu ini tersorot, semua perhatian publik langsung menuju kesana.

Mengapa nampak agak seperti kebetulan ya? Karena adanya berita penyergapan Noordin M. Top, kasus SP3 Lapindo ini menjadi hampir tak tersentuh dalam berita-berita. Memang, disamping kalah pamor dengan Noordin M. Top. Berita Lapindo ini sudah terlalu berlarut-larut dan banyak yang sudah bosan. Jadi, kalah menarik perhatian.

Tapi, ya sudahlah. Ada pendapat?

Iklan

Aksi

Information

6 responses

9 08 2009
jensen99

Yah, media memang mengikuti kemauan masyarakat, selalu meliput apa yang masih segar. Lagian masalah Lapindo ini mentok juga kan? Dalam arti inti masalah yaitu menghentikan semburan. Yang tersisa cuma masalah ganti rugi saja. Kecuali tuk para korban, masyarakat dah gak peduli. 🙂

9 08 2009
Xaliber von Reginhild

Ini pasti konspirasi rezim SBY untuk mengalihkan isu!!!!!!!1111111111111

11 08 2009
Xaliber von Reginhild

Btw, ini sarkas. Atau satir?

You name it la.

10 08 2009
10 08 2009
omiyan

yang lebih ekstrim ini juga baru katanya bahwa Lumpur Lapindo adalah sebuah kesengajaan dari sebuah cara untuk mengusir penduduk setempat karena kandungan gasnya yang besar sehingga buat ganti ruginya tidak begitu mahal dibanding kalau harus digusur secara paksa…

ya emang rezim sekarang lebih pintar dari rezim yang dulu sekarang dibungkus dengan hal hal baik

19 08 2009
kuecokelat

ya mungkin berita mengenai nordin lebih fresh dari pada lapindo. dan paling tidak sikompas sendiri tidak lupa tetap memberitakan lapindo kan,,:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: