Susahnya jadi Pelajar di Indonesia

17 02 2009

Belakangan ini, saya disibukkan oleh berbagai macam pelajaran yang harus saya pelajari demi menyelesaikan kompetensi kelulusan nilai berdasarkan kurikulum. Ditambah saya mengikuti les tambahan yang mengakibatkan saya baru bisa pulang ke rumah pada pukul 20.30

Ya, saya memang lebih sering di luar daripada di rumah saya sendiri. Setiap Senin dan Rabu saya berangkat ke sekolah pukul 5.40 dan baru pulang pukul 20.30 , Selasa dan Jumat saya berangkat pukul 5.30 dan pulang pada pukul 16.20 (Kecuali kalo di hari Jumat main ke rumah teman), dan setiap hari Kamis saya berangkat pukul 5.35 dan pulang pada pukul 17.30 , memang saya masih lebih beruntung dari teman saya yang setiap hari les sampai malam dan bahkan Sabtu Minggu juga harus les.

Belum lagi, tugas sekolah yang menumpuk serta tuntutan remedial yang memakan waktu di luar sekolah menyebabkan saya semakin sedikit waktu luang untuk bermain, ngeblog, browsing, apalagi refreshing dan berkumpul bersama keluarga. Lebih dari setengah waktu saya dalam seminggu digunakan untuk urusan sekolah, apalagi saya yang berminat pada jurusan IPA serta nilainya masih kurang harus mengebut setengah mati.

Disela2 kelelahan saya, saya mulai berpikir. Apakah sekolah itu adalah sumber ilmu paling banyak? Mengapa waktu di sekolah yang menjadi prioritas terbanyak? Mengapa sekolah menyebabkan saya kehilangan banyak hal?

Setelah saya selidiki, usut punya usut. Sekolah ternyata hanya memberikan saya sekitar 28% Ilmu yang berguna bagi kehidupan, sekitar 53% saya dapatkan dari keluarga/lingkungan/teman2 di dunia nyata dan dunia maya, serta sisanya dari berita2. Ya, keluarga dan lingkunganlah sumber ilmu yang paling banyak untuk kehidupan. Pelajarannya bukan berupa Fisika, Matematika, Sejarah, atau apalah. Melainkan pelajaran mengenai kehidupan.

Keluarga adalah sosok yang tidak mungkin bisa dilepaskan dalam masa2 awal kehidupan, keluarga yang saya maksud tidak selamanya berarti ayah dan ibu. Bisa juga kakak, adik, nenek, kakek, paman, bibi, om, tante, atau yang lainnya. Bersama keluarga anda akan mendapatkan pengalaman2 yang berguna untuk kehidupan anda nanti.

Tapi, jika sekarang saya kehilangan waktu untuk berkumpul bersama keluarga lebih lama atau bahkan waktu saya lebih banyak di sekolah. Mungkin saya akan kehilangan kesempatan mendapatkan pengalaman itu, saya bahkan juga akan kehilangan waktu untuk ngobrol2 dan bercerita mengenai bagaimana kabar saya hari ini. Karena ketika saya pulang dan sampai rumah, saya kembali disibukkan oleh tugas2 sekolah dan setelah itu saya yang sudah terlalu capek pun setelah makan, mandi, dan shalat langsung tertidur. Mana waktu untuk keluarganya?

Jika terus menerus seperti ini selama bertahun2, perlahan tapi pasti. Saya telah merugi banyak hal, seperti merugi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, kehilangan beberapa pengalaman yang bisa saya dapatkan andaikata bisa lebih lama bersama keluarga, tidak punya waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, dan rentan akan stres. Kurikulum Pendidikan Indonesia yang terlalu padat, satu hari 10 jam pelajaran langsung harus ditelan habis oleh Siswa-Siswi yang sebenarnya masih butuh waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Pendapat anda?

Iklan

Aksi

Information

6 responses

17 02 2009
kanatavira

sabar yaaa !! saya dukung anda kok !! yang paling penting mah jgn lupa ibadah okok ?? hahaaa

just enjoy ur life !! 😀

17 02 2009
Reina Lunarrune

Setuju
=_=

Malah ngebuat capek, jadi ga konsen ngapa2in

18 02 2009
dalila sadida

tetep semangat ya

19 02 2009
dioremi

iya tuh
sama kyk gw
abis pulang skolah harus les tambahan, tugas yang menumpuk
ini sih bukannya makin siap utk UAN
malah makin stres

20 02 2009
Dark.phoenix

Serius lo? Setengah sembilan!
Astagadragon….

yahhh….begitulah.
mau tak mau sekarang harus dituntut sempurna.

16 03 2009
SPRINTER56 And

hmmm.. memang… makanya masuk aksel aja.. 100000% masuk jrsn IPA kok.. hehehe walau ipa nya jeblok kek gw..

karena ga ada JURUSAN IPS huahahahah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: