Hantu

18 01 2009

Apa yang ada di benak anda jika mendengar nama hantu/setan/dedemit/ghost/bakemon/obake/dll ? Mungkin yang akan ada dipikiran anda adalah makhluk yang bisa dikatakan tidak memiliki jiwa, tidak bernafas, gaib, menyeramkan, dll. Yang pasti mereka berbeda dari manusia.

Secara bahasa, hantu berarti perwujudan setelah mati dari seseorang. Hantu sering kali muncul dalam perwujudan manusia, kumpulan gas, bola api, dsb. Keberadaan hantu seringkali menimbulkan permasalahan, terutama ketika terjadi berbagai peristiwa gaib yang sulit diterima akal sehat seperti fenomena Poltergeist.

Tapi kali ini yang saya ingin ceritakan adalah mengenai perwujudan hantu, perwujudan hantu di setiap belahan dunia itu berbeda2 menurut saya. Seperti di barat, perwujudan hantu itu adalah seperti manusia putih2 yang transparan dan bisa terbang, seperti yang digambarkan pada Casper .Jenis lainnya ada Frankenstein yang dibuat oleh dokter yang bernama sama, Drakula yang senang menghisap darah, Zombie yang berwujud mayat hidup, dan sebagainya. Sedangkan di timur, perwujudan hantu itu adalah seperti bola2 api yang melayang2, atau berbentuk siluman2 dari suatu hewan atau benda mati, atau yang favorit adalah wanita berambut panjang memakai longdress putih dan tertawa2 tidak jelas.

Mengapa terjadi perbedaan dari kedua itu? Ayo2, mari berdiskusi.

Iklan

Aksi

Information

16 responses

18 01 2009
Catshade

He? Setahu saya Frankenstein, drakula, atau zombie nggak pernah disebut sebagai ‘ghost’ atau ‘spirit’…karena mereka memang bukan arwah atawa roh halus dari orang yang pernah hidup… 😕

18 01 2009
Rei。

Hhm.. Sialan ! Disuruh mikir neh :s

Hhm.. Karena yg membedakan adalah budaya.

Apakah sebuah taman akan indah jika hanya ada 1 jenis bunga saja? Akan lebih indah lagi jika taman itu terdapat berbagai jenis bunga.

Bhineka tunggal ika (lho?)

18 01 2009
hanacchii

Pojok berpikir laggiii…XD

Q:

Mengapa perwujudan hantu di setiap belahan dunia itu berbeda?

A:

OK, jawabannya, IMO, cukup mudah. Uhm.. merujuk pada definisi Anda bahwa..

Secara bahasa, hantu berarti perwujudan setelah mati dari seseorang.

, dari sinilah dapat ditarik suatu kesimpulan ngaco, ‘perwujudan’ itu kan tidak harus dalam satu bentuk yang konstan, bisa berbeda-beda. Terus, mengapa ‘perwujudan’ itu bisa berbeda? ya karena.. interpretasi orang akan sesuatu itu berbeda-beda. Apalagi masalah hantu, sebuah fenomena supranatural, yang tentunya amat blur jika dilihat secara kasat mata.

Begitulah..
CMIIW dehh.. XD

19 01 2009
Dhil

Hmm,karena imajinasi orang di tiap2 wilayah berbeda kan?
kalau menurut keyakinan saya orang yang mati ya perginya ke alam kubur, tidak gentayangan di dunia 😛 .

19 01 2009
TamaGO

klasifikasi hantu bermacam2 dibedakan dari ciri fisik, sifat, dan berbagai macam faktor lain seperti faktor X (jangan tanya apa itu faktor X).

Di indonesia misalnya, jenis hantu yg populer adalah tuyul,kuntilanak, wewe gombel,pocong, genderuwo, dan berbagai macam hantu lain yang tentunya nggak terkenal di belahan dunia lain.

Di barat pasti nggak ada yang tau pocong vs kuntilanak, Freddy vs Jason lebih dikenal di situ. Kuntilanak di jepang lebih populer dengan nama Sadako, di eropa namanya Alexandra kali ya *diusir kebanyakan ngasal*

20 01 2009
Rukia

Rada gak nyambung eh sangat nggak nyambung ding ma postingannya ne :mrgreen:

HAPPY BIRTHDAY ya…..
Wish success for you 😆

26 12 2009
apry

aBAH,KAm……………………………..

20 01 2009
Rian Xavier

btw, maw bilang hepi bday. :mrgreen:

21 01 2009
grace

all haill kuntilanak dan hantu timur!
mereka lebih serem tho ya?
*fasrid*
:mrgreen:

22 01 2009
Rei。

ada yg ultah ya ?

Happy b`day

22 01 2009
Xaliber von Reginhild

Koreksi!

Frankenstein yang dibuat oleh dokter yang bernama sama, Drakula yang senang menghisap darah,

Monster yang dibuat si dr. Frankenstein itu tidak bernama Frankenstein, dia tanpa nama. Disebutnya Frankenstein’s monster. Mungkin karena kepanjangan orang-orang jadi menyingkatnya sebagai Frankenstein saja.

Kemudian, Dracula itu tokoh fiktif (ada orang yang namanya Dracula juga sih, tapi bukan itu permasalahannya). Dracula adalah nama dari tokoh vampir rekaan Bram Stroker. Makhluknya sendiri disebut vampir, bukan drakula.

22 01 2009
Xaliber von Reginhild

Oke, in topic…

Mengapa terjadi perbedaan dari kedua itu? Ayo2, mari berdiskusi.

Ini menarik. Tapi supaya scope-nya lebih luas, saya mungkin ndak menggunakan istilah hantu. Mungkin… undead?

Mungkin ini bisa dilihat ke arah kultural. Dari cara menguburkan mayat saja tiap negara sudah bervariasi. Indonesia populer dengan penguburan diselimuti kain kafan, karena itu timbul lah pocong. Negara-negara Eropa populer dengan penguburan lengkap dengan jas dan peti mati. Hal ini menimbulkan vampir. Di Tiongkok, ada pula penguburan serupa yang kemudian memunculkan apa yang disebut orang-orang disini sebagai vampir cina.

Folklore juga berpengaruh. Kisah-kisah horor yang beredar di berbagai belahan dunia selalu menceritakan undead-undead yang berbeda pula. Nah, mengapa para manusia melihat undead itu seperti apa yang mereka dengar di folklore mungkin karena… the folklore said so. Itu membentuk semacam interpretasi di kepala mereka bahwa “hantu (undead) itu rupanya seperti ‘ini’.” Mungkin lho. Saya juga tak tahu persis. 😛

Sementara kalau hantu dalam wujud roh saya kira bedanya tidak jauh. Di mana-mana cukup tipikal, kan, roh-roh warna putih, atau wajah seseorang yang tertempel di dinding/terlihat di bayangan? :mrgreen:

23 01 2009
Adriano Minami

Banyak komen, biar saya jawab satu2

@Catshade :

Ah iya, betul2. Mereka bukan tipe roh.

@Rei :

Yang saya pikirkan itu adalah, kenapa bedanya jauh ya?

@Hanacchi :

Jadi, lebih pada perbedaan pandangan ya?

@Fadhil :

Mmm.. seharusnya begitu sih. Mereka seharusnya ga ada lagi urusannya dengan yg hidup.

@TamaGo :

Beda2 ya?

@Rukia, Rian Xavier & Rei :

Thanks 😀

@Grace :

Menurut saya sih iya, tapi mungkin menurut orang sana setan mereka lebih serem.

@Xaliber (Not in Topic) :

Kalo masalah Frankenstein saya baru tahu, kalo Dracula itu dari nama Count Dracula ya?

@Xaliber (In Topic) :

Oke, jadi undead itu berpengaruh juga dari cara dikuburkannya? Misalkan kalo disini kan pake kain kafan, jadi undeadnya bentuknya kain kafan. Di Barat dikuburkannya pake pakaian rapi, jadi setannya rapi juga. Kalo di Timur kan dikremasi, jadinya bentuknya tidak jelas. Gitu?

Ya, di Indonesia sendiri kalo tidak salah. Pada abad ke-17 lalu, isu pocong mulai bermunculan di Jawa Tengah dan Timur. Walau kebenarannya belum dipastikan, tapi sudah menjadikan benak orang2 yang mendengarnya itu percaya akan pocong. Sampai sekarang lho

Betul juga sih, tapi ga sama juga lho.

24 01 2009
Taruma

jadi inget penulisnya… wekekekekkk

30 01 2009
Xaliber von Reginhild

@Adriano Minami:
Count Dracula itu ya dari novelnya Bram Stroker. Apakah didasari atas si Vlad III Dracul The Impaler atau tidak, saya kurang tahu. Belum baca. 😛

Betul juga sih, tapi ga sama juga lho.

Memang nggak sama persis, tapi gambarannya mirip la. 😀

16 03 2009
SPRINTER56 And

promosi blog gw donk.. walau masih jelek…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: