Laskar Pelangi?

6 11 2008

Jangan tertipu dari judulnya, saya tidak akan membahas tentang kisah Laskar Pelangi maupun Ikal dan kawan2nya disini. Namun yang saya ingin bahas adalah tentang keadaan kelas saya.

Setelah insiden kebakaran di Labschool beberapa bulan lalu, mungkin banyak yang mengira bahwa musibah yang kami alami selama ini hanya segitu saja. Namun, ternyata yang kami terutama kelas kami alami masih banyak lagi.

Musim hujan yang tiba beberapa waktu lalu menambah apa yang kami alami, setelah kebakaran yang menghanguskan sampai rata kelas kami. Ternyata kondisi diperparah karena kelas yang kami gunakan sangat bocor jadi ketika hujan langsung merembes ke kelas kami dengan jumlah banyak, lalu rembesannya itu juga seringkali menyebabkan korseleting listrik yang mengakibatkan padamnya listrik

Dikarenakan beberapa hari terakhir hujan bertambah parah, maka kelas kamipun dipindahkan ke suatu tempat yang sebelumnya tak pernah terpikirkan akan dipakai untuk belajar. Yaitu koridor masjid kami

Keadaan di koridor masjid itu jauh dari nyaman , kelas kami tidak memiliki dinding. Hanya papan beroda yang biasanya digunakan untuk mading dsb, lalu bahkan pada hari2 pertama kami belajar di lantai yang kemudian dialasi karpet. Baru beberapa hari terakhir ini kami diberikan meja dan kursi. Keadaan kelas seperti itu juga menjadikan kelas kami tidak kondusif, setiap hari orang2 berkerumun hilir mudik disana. Dari TK, SD, SMP, SMA, Orang tua murid, Guru, Tamu, dsb sering sekali lewat dan kegiatan belajar mengajar kamipun menjadi tontonan. Belum lagi hal ini juga membuat murid2nya tidak fokus, mereka ngobrol, pindah2 tempat duduk dan bahkan jajan di kantin yang memang bersebelahan. Dan kadang2 kelas kami itu dimasukin “penyusup” anak2 kelas lain yang bisa keluar masuk seenaknya, jika waktu istirahat tiba. Kelas kami pun dipenuhi oleh orang2 yang menunggu giliran shalat ataupun ingin jajan di kantin, kelasnyapun menjadi tempat ngumpul orang2 dan sering sekali buat maen2an.

Keadaan seperti ini mengingatkan saya ketika TO, keadaan SD disana kurang baik dan kondusif. Namun sepertinya semangat belajar anak2 itu tinggi. Mengingatkan saya dengan lagu Iwan Fals yang berjudul Siang Pelataran SD atau Laskar Pelangi. Mereka belajar dengan kondisi sesulit itu tanpa keluhan, sedangkan kami? Masih ada fasilitas namun semangat belajar kami kendor, bahkan cenderung tak berorientasi

Bagaimana pendidikan kita?

Iklan

Aksi

Information

4 responses

6 11 2008
syaorannatsume

Yang tabah, ya… Ternyata Labschool masih belum baik setelah kebakaran, ya?

Kalau soal semangat belajar yang kendor karena fasilitas itu wajar. Saya pikir, susah untuk fokus karena fasilitas yang kurang, ditambah lagi keadaan sekolah yang begitu. Itu biasa…
*mengingat keadaan sekolah dipengungsian dulu* :mrgreen:

Namun sepertinya semangat belajar anak2 itu tinggi.

Kalau begitu bersyukurlah. Masih banyak orang-orang yang kesusahan namun punya keinginan kuat. Kalau bisa, jangan sampai kalah dari anak-anak tersebut.

7 11 2008
Adriano Minami

Pernah di pengungsian? Wah, ternyata saya masih jauh lebih enak…

Masalahnya disini jadi kendor aja semangatnya, untung tadi udah bener jadi gak ngungsi lagi

12 11 2008
Reginhild

Pak Marsono pernah bilang, sekolah bayarnya segini mahal aja pada males, gimana kalau sekolah gratis?

Refleksi Lepskul? 😛

12 11 2008
Adriano Minami

Ah iya, beliau juga bicara seperti itu kemarin

Tidak salah, karena kalau gratis akan diremehkan dan kehilangan motivasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: