Ditipu oleh Aparat

6 10 2008

Huhh… akhirnya terbebas dari belenggu macet… Damn, mengapa hal ini harus terjadi setiap tahun?

Akhirnya, setelah diusut punya usut. Ternyata katanya ada kecelakaan, lah? Kecelakaan kecil doank macet ampe berjam2, mang gak ada yg urus? Trus kenapa pula kalo ada kecelakaan? Mang ceritanya semuanya yang didepan kena kecelakaan semua?

Setelah dipikir2 yak? Knapa yg kayak gini selalu terulang2 dan kenapa gak ada penyelesaiannya? Kayak Macet, Banjir, Kemiskinan, Kenaikan Harga, dsb. Selalu terulang, tiap tahun kita selalu alami. tapi mengapa gak pernah berakhir?

Ternyata aparat kita ini penipu ulung juga ya? Menipu rakyat trusss. Sebenarnya masalah yang bisa diselesaikan mereka juga malas. Mereka selalu memberikan berbagai alasan, kalau macet alasannya ada apa kek. Kalo ada apapun mereka selalu alasan macem2 padahal mereka malas

Lalu, mengapa harga2 naek trus? Tidak bisakah mereka mengatasinya, tiap tahun lebaran dan tiap tahun pula harganya naek trus. Seharusnya mereka bisa saja mengatasinya, namun alasan ada saja

Harga jika naik dinaikkan, tapi kalo turun knapa nggak? Ada aja dah alasannya, capek.

Kesimpulannya aparat kita itu penipu, rakyat sudah banyak ditipu. Dulu penjajah sekarang aparat sendiri yang sebangsa, dan mereka malah nyalahinnya orang lain. Capek2!!

Iklan

Aksi

Information

9 responses

6 10 2008
Goenawan Lee

=3

6 10 2008
sora9n

Hmm, sebenarnya sih agak terlalu buru-buru juga kalau melimpahkan semuanya ke aparat. Sebab akar masalahnya sendiri beragam — beberapa malah salahnya masyarakat umum sendiri.

Akhirnya, setelah diusut punya usut. Ternyata katanya ada kecelakaan, lah? Kecelakaan kecil doank macet ampe berjam2, mang gak ada yg urus?

Hmm, begini. Kemacetan mudik itu pasti terjadi, ada/tiadanya kecelakaan. Kenapa? Karena jumlah kendaraan yang banyak, sementara panjang/lebar jalan terlalu sedikit.

Face it. Biarpun aparat mengatur secara optimal, Jakarta-Merak dan Pantura bakal selalu macet. Ditambah lagi makin banyak orang punya motor — tahu sendiri mereka nyetirnya kayak gimana. ๐Ÿ˜•

Ada juga pemudik nakal, jalan dua lajur dipaksain jadi tiga lajur. Akhirnya bottleneck, macet. Apa ini juga salah aparat? (o_0)”\

Memang aparat punya peran mengatur traffic — tapi, kita juga harus sadar bahwa pengguna jalan/pemudik juga berperan menghasilkan macet. ๐Ÿ˜‰

Ternyata aparat kita ini penipu ulung juga ya? Menipu rakyat trusss. Sebenarnya masalah yang bisa diselesaikan mereka juga malas. Mereka selalu memberikan berbagai alasan, kalau macet alasannya ada apa kek. Kalo ada apapun mereka selalu alasan macem2 padahal mereka malas

IMHO, kalau ini, sebaiknya disertakan link/pemberitaan yang relevan. Meneriakkan kritik tanpa bukti/referensi itu mentah lho. =3

Lalu, mengapa harga2 naek trus? Tidak bisakah mereka mengatasinya, tiap tahun lebaran dan tiap tahun pula harganya naek trus. Seharusnya mereka bisa saja mengatasinya, namun alasan ada saja

Lah, nggak bisa begitu. Itu hukum ekonomi… ^^;

Jika banyak pembelian, harga naik. Jika barang langka, harga juga naik. Makanya setiap kali lebaran harga sembako naik. ๐Ÿ˜†

Di pelajaran ekonomi SMP ada, kok. CMIIW.

Mereka selalu memberikan berbagai alasan, kalau macet alasannya ada apa kek. Kalo ada apapun mereka selalu alasan macem2 padahal mereka malas

Hmm… saya bukannya mau membela aparat. Tapi, kalau bisa, sebaiknya sertakan bukti/berita/link yang mendukung pernyataan. Ini berpotensi jadi hate speech/tuduhan tak berdasar, lho. ๐Ÿ˜•

Harga jika naik dinaikkan, tapi kalo turun knapa nggak?

Harga barang pernah turun kok. Malah dari waktu ke waktu. Coba gugel keyword “harga gabah turun” atau “harga cabai turun”… pasti ketemu. :mrgreen:

* * *

Jadi, intinya sih, agak kurang tepat juga kalau semuanya dilimpahkan ke aparat. Masalahnya nggak sesederhana itu. ๐Ÿ™‚

7 10 2008
Xaliber von Reginhild

Ah, semuanya sudah diutarakan oleh mas sora dengan baik. ๐Ÿ˜›

Rasanya kasihan juga jadi pemerintah, maju salah mundur salah, apa-apa bernilai salah. Bukannya apa, tapi kadang masalah sederhana yang bisa bikin ngomel itu justru datang dari masyarakat sendiri.

Macet, misalnya, biarpun memang tugasnya polantas buat mengurusnya, tapi kalau oknum-oknum kendaraan bermotor — beroda dua, terutama — yang bikin ulah, apa mau dikata?

Masyarakat kan isinya luas. Ada yang lurus, ada yang bengkok. Nggak semua bagian dari kita — warga biasa — bisa dianggap yang paling benar dan hanya menerima kegagalan pemerintah aja. ๐Ÿ™‚

9 10 2008
Adriano Minami

@Sora : M…maaf….
@Xaliber : Gw dah ngerti kok…

11 10 2008
Unit 076

Katanya jago ekonomi~

Piye toh, sekalipun teori doang…

btw, coba jadi polisi sehari aja!

11 10 2008
Lemon S. Sile

@sora9n:
Harga cabai/gabah turun bukannya bikin petani kalang kabut yah? ๐Ÿ˜•
*cengar-cengir*

12 10 2008
Dalila Sadida

sabar ya… aku juga pernah digituin ๐Ÿ˜€

13 10 2008
Reza

Wah seru juga baca comment2 disini.. ๐Ÿ˜€
keren analisa sora..

Hm.. jadi takut mau berkomentar disini.. mesti ada link biar jadi bukti kuat. hehehhe..

Btw, salam kenal.

14 10 2008
Adriano Minami

@Reza : Salam kenal juga ๐Ÿ˜€

Ehh… Jadi g enak nyalahin pemerintah mulu, andaikata pemerintahnya juga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: