Hak dan Kewajiban

26 09 2008

Demonstrasi terjadi dimana2, ketidakpuasan merajalela, rakyat terus-menerus mengutuk pemerintah, dan mereka menuntut perbaikan.

Yak, hal2 seperti ini wajar terjadi di masyarakat. Rakyat sering sekali menyalahkan pemerintah dan selalu menuntut sesuatu dari pemerintah.

Tapi, ada satu hal yang mereka lupakan. Yaitu kewajiban mereka sendiri, mereka meminta hak tanpa melakukan kewajiban mereka sendiri. Contohnya, mereka mengaku tidak puas dengan pemerintah padahal mereka sendiri Golput. Ya, kalo tidak memilih yang merupakan kewajiban warga negara. Ya mereka gak berhak protes lah! Siapa suruh g milih!

Lalu contohnya lagi, PKL dan rumah liar. Mereka bisanya protes, protes, ama protes. Padahal dikira mereka berhak nempatin tempatnya? Tanahnya aja punya negara, ya wajar kan kalo diusir ama negara. Memangnya berhak? Kalo g digituin ya pemerintahnya namanya g tegas dan berwibawa.

Sayangnya negara ini negara lembek, pasti orang2 mikirnya. Kasihan2, kasihan2, damai, damai, dsb. Yah, kalo kayak gitu terus gimana mau maju,

Lagipula, biasanya tempat2 kumuh gitu jadi ajang ngumpulnya para penjahat. Misalkan kalo tempatnya digusur kan jadi pergi lagi itu penjahat2nya.

Dan mari bicara dari sisi lain, DPR selalu minta haknya. Naikin tunjangan, naikin gaji, minta peralatan “dinas”. Padahal, sudahkah mereka memuaskan rakyat? Sudahkah mereka becus? Pejabat2 itu manja sekali yak. Heran…

Orang2 negara ini kebanyakan kayak gitu, selalu meminta hak tanpa melakukan kewajiban. Jadilah negara ini molor dan g maju2, kewajibannya ditinggalkan…

Sekian dulu, maaf jika saya nulisnya rada emosi dan singkat. Hanya mau sedikit mengeluarkan unek2, mumpung kebebasan diperbolehkan.

Trims

Iklan

Aksi

Information

4 responses

26 09 2008
Namikaze Cheeza

saya setuju dengan pendapat anda soal golput…
kalau mau pemimpin yang benar, ya ikutlah memilih. jangan protes gara-gara pemerintah nggak bener, tapi partisipasi politik diri sendiri masih nol.

tapi kalo soal PKL dan rumah liar, saya rasa itu berbeda hal…
mereka mendirikan tempat usaha dan rumah” seperti itu bukannya karena pemerintah tidak sanggup menanggulangi kemiskinan dan menyediakan tempat yang layak untuk mereka?

harga tanah semakin lama semakin mahal bung…
apalagi di jakarta. Pantaskah kita menyalahkan orang” yang kurang beruntung seperti mereka?
(no ofense, cuma mengeluarkan pendapat)

Cheers,,
kalo ada waktu mampir ke blogku ya^^

27 09 2008
Goenawan Lee

Kasian gue, golput gara-gara ga punya KTP. 😛

27 09 2008
Adriano Minami

@Cheeza : Hahaha, kalo ngerasa g mampu. Ya g usah ke Jakarta! Kecuali ada tempat tinggal, pekerjaan, atau tujuan.
@Bang Goen : Mmmm… Brarti anda tidak berkewajiban bukan jadinya?

14 10 2009
Irma Aprianti

Yang jelas, tidak adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban baik sebagai warga negara, maupun sebagai pemegang kekuasaan.
permasalahan yang banyak terjadi dim masyarakat kita sudah menjadi lingkaran setan yang selalu bergulir, dengan alasan himpitan ekonomi.

Untuk itu, penguasa maupun masyarakat harus bisa merubah perilaku, sehingga bisa merubah kondisi menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: