Susahnya berbicara dengan orang “tuli” dan muka “tebal”

23 09 2008

Behh… gara2 ada orang di Gotei yang melakukan pelanggaran yang sama (Tidak usah dibahas disini identitasnya dan apa yang dia lakukan), walau sudah berkali2 diwarn ama Moderator tetep aja dia lakukan yang sama dan anehnya dia bahkan tidak merasa malu walau sudah diperingatkan.

Hal ini kembali mengingatkan saya dengan masalah lagi di negara ini, orang2 dinegara ini katanya lebih kuat dan sabar dibandingkan negara lain. Iya, yang saya baru saja sebutkan itu tentu saja Ironis, karena mereka itu sabar kalo dimarah2in petugas karena melakukan pelanggaran. Dan kuat nahan malu padahal jelas2 salah en diliatin orang banyak. Dan gak kapok pula, bener2 “hebat”

Misalkan, mari ambil contoh yang sering terjadi. Lihat saja kalau koruptor yang menggarong uang rakyat, bisa2nya masih senyum2 en santai begitu ketangkep en disorot. Padahal, liat orang2 yang ketahuan nyolong ayam/jemuran keliatan lebih malu.

Dan satu hal yang cukup sederhana. Misalkan bawa motor trus ditilang polisi en atribut gak lengkap. Paling cuma ketawa2 trus bilang “Damai, pak”. Beh, pantes gak ada yg bener, dah polisinya korup, orangnya muka tebel dan gak kapok2 pula.

Jika begini, bagaimana bisa maju negaranya jika orang2nya gak punya rasa malu? Mereka juga tidak pernah mengacuhkan peraturan. Jadilah bangsa ini bangsa yang Tuli dan Tebal Muka.

Jadi, sebaiknya mulai saat ini. Mari miliki rasa peduli, dengan menghilangkan sikap2 yang tadi, anda telah peduli dengan bangsa ini…

Iklan

Aksi

Information

5 responses

24 09 2008
Goenawan Lee

Hwakakakaaa… Ngomonglah di depannya, bung!

25 09 2008
Namikaze Cheeza

nah…
itu yang namanya budaya.
kalo hal” kayak girtu dah jadi budaya bangsa indonesia, mau diomongin kayak gimana” juga susah…

lebih baik kita balik lagi deh ke era kediktatoran sukaro dan suharto…

dikasih hak bicara juga lama” kok rasanya makin ngelunjak, ya?

26 09 2008
Xaliber von Reginhild

Yeah right… 😆

Saya rasa sih sosialisasi. Sosialisasi. Kalo oknumnya sesuai dengan oknum yang saya temui juga, saya rasa itu masalah newbieness — yang cenderung keras kepala — saja.

Everyone was a noob, weren’t we? 😉

27 09 2008
Adriano Minami

@Xaliber : Mmmm…. Bagaimana ya? Sosialisasi dari Polisinya kurang sich
@Cheeza : Memang, sebaiknya apa mesti nih negara harus dipimpin ama Diktator baru bener?
@Mas Goen : Percuma. Namanya juga muka tebal

30 09 2008
Xaliber von Reginhild

Sosialisasi tidak harus dari aparat berwajib, kan? Apa salahnya jika sesama rakyat menyosialisasikannya dan bukan hanya mencaci? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: