Kesalahan dalam mendidik anak

22 09 2008

Anak2 sekarang makin nyolot aja ya? Masa makin kesana rasa sopan santunnya makin tidak ada? Jangankan ama Kakak Kelas, ama Guru aja dah kurang ajar. Apa sich masalahnya? Apa yang orangtuanya ajarkan?

Setelah saya itung2 sepertinya orang tua jaman sekarang banyak yang melakukan kesalahan dalam mendidiknya, yang akan saya bahas beberapa disini. Karena orangtua itu cenderung mengajarkan ke anaknya apa yang orang tuanya salah lakukan, bisa dibilang balas dendamlah. Tetapi hal2 seperti itu sepertinya cukup bodoh dilakukan

Beberapa kesalahan yang diajarkan ke anak2

01. Orang Tua sering berkelit dari kesalahan (Seperti merokok, melihat pornografi, dsb) Dengan mengatakan mereka sudah besar. Tentu saja hal ini membuat mereka penasaran dan melakukannya jika sudah besar

02. Sering berkata kotor kepada anak

03. Mengajarkan anak untuk menyalahkan hal lain, misal kalo waktu kecil jatuh yang disalahin kok meja? Lantai? Tangga?

04. Mengucapkan Jangan, ini malah bikin anak2 penasaran mengapa dilarang.

05. Menceritakan kebohongan2, apalagi dengan cerita horor. Anak bisa jadi penakut sampai besar.

06. Memaksa anak untuk menjadi seperti yang orang tua minta, tentu saja ini namanya pembatasan. Demokrasi bunggg…

07. Terlalu memberi banyak perintah/peraturan. Menyebabkan stres ini

08. Memanjakannya, sayang anak itu wajib. Tapi memanjakannya itu sama saja menghambat metamorfosis anak, akibatnya di masa depan belum tentu bisa menghadapinya

09. Overprotected, anak seperti ini juga akan susah di masa depannya. Sama dengan Memanjakannya

10. Membela anak disaat salah, hal ini akan menyebabkan dia selalu merasa benar.

Segitu dulu, nanti ditambah kalo ada lagi.

Walau terlihat sepele, tetapi jika terus2an. Maka hal ini akan mempengaruhi sang anak, anak akan mencontoh dan terjadilah siklus pembodohan ini

Jika anak terus2an dibodohi, dia kan akan menjadi anggota masyarakat. Bagaimana jika Indonesia dipenuhi oleh orang2 seperti yang saya maksud

Kesimpulannya, mari kita ubah sistem pengajaran ke anak cucu kita, dengan begitu. Semoga anak cucu kita bisa menjadi orang yang lebih baik

Trims

Iklan

Aksi

Information

4 responses

22 09 2008
Namikaze Cheeza

entah kenapa gue cinta banget sama blog lo yang satu ini. terutama sama yang:

01. Orang Tua sering berkelit dari kesalahan (Seperti merokok, melihat pornografi, dsb) Dengan mengatakan mereka sudah besar. Tentu saja hal ini membuat mereka penasaran dan melakukannya jika sudah besar

04. Mengucapkan Jangan, ini malah bikin anak2 penasaran mengapa dilarang.

07. Terlalu memberi banyak perintah/peraturan. Menyebabkan stres ini

wakakakakaka!
ortu gue BANGET tuh!
ad, lo bikin buku panduan mengasuh anak dong!!
*ngakak*

22 09 2008
syaorannatsume

Poin 7 dan 9 itu, beuh… nyebelin,,
tapi saya tetap cinta ortu saya. 😀

Tapi kalau saya perhatikan dari kawan-kawan saya yang bandel, kelihatannya mereka kurang diperhatikan orang tua — bahkan mungkin tidak diajarkan oleh orang tuanya. 🙄

23 09 2008
Lemon S. Sile

…entri yg hebat, Nak.

jangan lupakan satu hal yg sudah semakin lumrah di zaman modern ini, “menelantarkan anak”. Dalam artian tidak memberi perhatian cukup kepada anak karena orang tua sibuk bekerja dsb.

mungkin saya ingin juga menambahkan:
>Menganggap sepele masalah anak. Menurut saya ini kurang baik, akibatnya bisa dua. Bisa saja si anak menjadi anak yang ikut2an suka menyepelekan masalah atau si anak bisa jadi makin stres dengan masalahnya.
>SKSD sama anak…mengganggu banget dan sumber dari segala miskomunikasi. -_-

23 09 2008
Raditya Triputra

Bagaimana dengan membandingkan anak dengan anak lain, kan sering terjadi begitu, misalnya “Coba lihat si A lebih jago harusnya kamu bisa dong”

Saya sering kesal saja kalau sudah dibandingkan seperti itu, rasanya tidak ada kebanggaan yang bisa saya berikan.

Dan sesuai kata Kak Lemon S. Sile di atas, menelantarkan anak karena orang tua sibuk bekerja juga masalah besar dan bisa berakibat broken home (seperti yang saya alami).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: