Don’t judge the book by it’s cover

20 09 2008

Baca kisah ini baik2

Tatkala Aku berjalan di suatu jalan di pusat kota, aku melihat ada seorang gadis kecil yang terduduk di emperan sampah terlihat sangat lusuh, wajahnya lesu, dan terlihat sudah tidak makan berhari2. Namun tampaknya tidak seorangpun yang peduli padanya, kerumunan orang2pun hanya pergi dan berlalu begitu saja.

Akupun merasa iba dengannya, lalu Aku mendekati dirinya sambil mengeluarkan beberapa lembar uang yang tersisa di kantongku. Ah, sebenarnya itu uang aku akan gunakan untuk membeli minuman nanti, keluhku . Lalu aku memberinya uang tersebut, namun anehnya dia menolak uang itu, namun dia malah memintaku untuk mengantarkannya ke suatu tempat jika ingin menolongnya. Heran aku, diberikan uang kok tidak mau. Padahal aku rasa aku tidak memberikan jumlah yang sedikit .Tetapi karena pada saat itu aku sedang tidak ada kerjaan maka aku menurutinya dan mengantarkannya tanpa rasa curiga.

Namun, ketika aku mengantarkannya ke tempat yang dia maksud. Malah aku dibuatnya tambah berheran2, ternyata itu adalah rumah salah seorang Juragan terkenal di kotaku. Lalu aku pun diajak anak itu masuk kedalamnya, dan benar saja. Ternyata gadis itu adalah anak sang juragan itu, dan ketika aku masuk aku disambut keluarganya dan mereka berterimakasih padaku. Ternyata sudah beberapa hari ini gadis kecil itu menghilang, diduga dia hampir saja menjadi korban penculikan dan perdagangan anak yang dilakukan oleh salah seorang kerabat keluarganya. Namun dia berhasil melarikan diri tetapi dia bingung dan jadilah seperti tadi.

Aku pun jadi malu, padahal tadinya aku terlalu meremehkan gadis kecil itu, tadinya aku menolongnya dengan setengah hati, aku terlalu menganggap buruk tentang si anak tadi. Dan sekarang, ya Tuhan. Aku malu sendiri jadinya…

Mungkin cerita itu hanyalah fiktif, tetapi percaya atau tidak? Kejadian seperti itu sering terjadi. Kita sering meremehkan atau menganggap orang berdasarkan dari luarnya saja, hal ini juga membuat diri kita terkesan sombong.

Seperti di Indonesia, terkadang kita terlalu meremehkan orang dari penampilannya, atau bahkan tertipu oleh penampilannya. Seperti begini, apa yang ada pikirkan andaikata melihat orang yang memakai kacamata tebal, rambut klimis, dan memakai celana yang dimasukan tinggi2? Lalu apa yang anda pikirkan jika melihat orang rambutnya jabrik, memakai jaket kulit, skull bucket sambil merokok? Dan apa yang anda pikirkan jika melihat seorang berjanggut memakai peci dan sorban sambil membawa tasbih dan berkomat-kamit?

Iya, orang Indonesia mudah tertipu oleh penampilan. Akibatnya orang Indonesia jatuh ke dalam jebakan seperti yang terjadi pada kasus Ryan bberapa waktu lalu, dan aliran2 sesat juga menjebak dalam penampilan.

Kesimpulannya, mari kita ubah cara pandang kita ke seseorang. Jangan mudah terpengaruh oleh penampilan, dan jika anda melihat nama/judul sesuatu, jangan simpulkan dari sana. Kebiasaan buruk, komen sebelum baca bener2 seperti yang terjadi di FSRDnya Annas.

Maaf jika ada yang salah, kesempurnaan hanya milikNya. Intinya, mari kita pelajari suatu hal terlebih dahulu sebelum menghakiminya

Trims

Iklan

Aksi

Information

6 responses

20 09 2008
Dins Allheal

Ngapain bawa2 Annas?

Eh2. Saya ngrasa setting tempatnya di negri paman sam sana loh. Membayangkan sedang menbaca dongeng gadis korek api ato apalah itu judulnya. :mrgreen:

20 09 2008
Dins Allheal

Wah tumben komen saya gak masuk kotak spam.
*SOB*

20 09 2008
Dark.phoenix

Gw musti komen ap…?

20 09 2008
asparagus88

seperti quotation kesukaan gw no 2
“ambil satu kisah, liat dari dua sisi” -manusia biru – meniti bianglala

jadi inget banyak orang ngeliat gw aneh gara2 dagu gw 😀

20 09 2008
syaorannatsume

betul itu… don’t judge a book by it’s cover. Saya punya satu contoh yang bikin saya ga pernah mau bikin prasangka sama orang yang negatif…

Ketika kelas VII dulu, saya sekelas sama anak berbadan kecil, berbaju lusuh dan lambang sd-nya sd yang terletak hampir di perbatasan kota. Tapi siapa sangka, dia malah jadi yang terpintar di kelas, malahan sekarang diterima masuk aksel… Beuh,,

Tobat saya nge-judge orang lagi,,, 😆

21 09 2008
kampret nyasar

Assumption is really dangerous indeed.. it often leads to unnecesary arguments 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: