Berhati2lah dalam menulis

17 09 2008

Emmm…. Saat ini saya sedang menulis dibawah serangan Laron, jadi untuk mempersingkat. Langsung ke Topik yuk

Kita tahu, bahwa Blog ini adalah suatu ajang untuk mengekspresikan kebebasan kita dalam menulis, berkarya, dan sebagainya. Terkadang, kita bisa menulis tentang pengetahuan, cerita, diary, usul dan saran, sampai kritik pedas. Hal ini bisa dibilang lumrah karena negara ini memberikan rakyatnya kesempatan untuk mengemukakan pendapat sebebas2nya.

Namun, apa yang terjadi andaikata yang muncul malah konflik? Sudah banyak kejadian yang terjadi karena penulisan Blog2 yang dianggap kontroversial, sampai ada suatu kasus yang dimana seseorang dikeroyok lalu dicaci karena dianggap menghina fakultasnya.

Memang, didalam kasus tadi. Orang tersebut hanya menyampaikan apa yang aa di uneg2 dan harapannya. Namun ingat, negara ini adalah negara yang sensitif dan mudah untuk dipancing, sehingga salah kata sedikit bisa menyebabkan permasalahan besar.

Bisa jadi, konflik agama atau perkelahian antar pelajar/mahasiswa yang terjadi saat ini belakangan ini disebabkan karena seseorang telah menulis sesuatu yang dinilai memojokan/menghina pihak lain.  Jadi, walaupun sebenarnya orang itu tidak bermaksud demikian jadi terkena masalah

Pesan saya selaku penulis juga. Berhati2lah dalam menulis, sesungguhnya orang2 Indonesia itu beranekaragam, jadi sebisa mungkin jangan menulis sesuatu yang bersifat memojokan/memanas-manasi/menghina suatu golongan. Karena hal itu bisa membahayakan diri anda sendiri

Pendek kata, marilah mulai menjaga kata2. Walau kesal, sampaikanlah dalam bahasa yang baik dan tanpa marah2. Sesungguhnya kemarahan tidak menyelesaikan masalah

Yak, mohon maaf jika ada kesalahan. Penulis menulis ini tanpa maksud memojokan dan sebagai bahan pelajaran bagi kita semua.

Trims yang mau baca

Iklan

Aksi

Information

9 responses

17 09 2008
reverseinverse

memang orang indonesia tuh mudah dipancing…
disinggung dikit aja sepasukan langsung siap.

beda sama orang luar, pikirannya terbuka, menerima pendapat yang diberikan orang lain…

17 09 2008
Xaliber von Reginhild

Kasus IPB, dan sekarang, ITB, ya?

Sebenarnya saya sedang membayangkan pemerintah. Kalau pemerintah dicerca begitu, kok pemerintah nggak marah ya? :mrgreen: Meskipun rakyat memang nggak tahu dalamnya jadi nggak bisa ngejudge. 😛

18 09 2008
Aroe

KetigaX

@XaLi: nah itulah…, rakyat gak bosen2nya ngehina pemerintah, padahal klo dirinya sendiri dihina marah-marah, hihihihhhi…..

Ah, bukannya pada tahu? perasaan di demo-demo pada teriak2 ini itu ini itu, pasti tahu dalemnya donk….

18 09 2008
syaorannatsume

Tapi sayangnya emosi itu susah untuk ditahan…

Walaupun begitu, jika saya merasa kurang enak dengan pendapat orang lain, saya tidak mau langsung ikut ngomel-ngomel dalam blog seseorang. Pasti ada makna tersirat dalam tulisannya tersebut,, dan seharusnya.. bisa berintropeksi diri, karena kita tidak sempurna. Mungkin saja kita salah pendapat,,

18 09 2008
oden seorang TM

Numpang Komentar. ehm..

Sebenarnya bukan masalah nulisnya yang salah ( IMHO ) tapi lebih cenderung karena tidak adanya bentuk tanggung jawab dari individu yang berbuat. Tidak siap dalam menerima konsekuensi dari perbuatan merupakan bumerang dan akan berbalik lebih ‘kejam’.
tidak usah kita banding2kan dengan pemerintah karena ini masalah sikap dan skala prioritas dan tentunya hitungan untung ruginya. Banyak kok kasus yang mirip dan bukan cuma di indonesia, diseluruh dunia pun sama saja tergantung cara pandang tiap individu.

misal : satanic versesnya salman rusdi, beda kepentingan tentu akan jadi beda pandangan. salman rusdi dapet fatwa mati nih dari ayatollah khomeini tapi dari inggris malah dapet gelar ksatria.

18 09 2008
agas

kalo prinsip gw : lo bebas ngelakuin apa aja yg lo mau, selama lo ga ganggu orang lain. kalo lo ganggu orang lain, yaa lo harus tanggung jawab atas apa yg lo perbuat

soal lemon palsu, aga panjang critanya, inti nya gw lagi sama tmen2 gw rame2 ktawa2 abis buka kaskus liat postingan nya si subjek, nah gara2 kita rame2, akhirnya muncul lah sifat iseng dan jahat kaya gitu, skrg nya sih gw nyesel karna pas gw baca2 lagi emg bner gw jahat bgt

so gw lagi dalam tahap minta maap ke si subjek melalui mediator yg ga lain adalah tmen lo sndiri, yaah moga2 gw di maapin deeh, gw jg blom dapet balesan dari si mediator soalnya

salam kenal adrian =)

18 09 2008
Adriano Minami

Salam kenal semuanya, saya daftarkan kalian ke squad pendukung Ultraseven.

@ agas : Dia itu dah beberapa hari g muncul, walau anaknya sering gangguin gw tetep jadi g enak gw…

@ oden : Itulah sulitnya di Indonesia, dah sensitif. Banyak aliran pula, negeri ini tidak cocok buat multipartai.

@ syaoran : Sebisa mungkin, walau pedas gunakan bahasa seenak mungkin

@ aroe : Krisis kepercayaan terhadap pemerintah menyebabkan mereka buta terhadap hal itu menurut saya

@ deathlock : Seperti yg gw tulis di Blog terbaru gw, pemerintah g pernah liat berita kali

@ reverseinverse : Karena banyak orang yang sudah merasa paling benar dan pasti masuk surga, jadi mereka menganggap orang lain itu salah.

19 09 2008
Provokasi « Adriano Minami Simple World

[…] tetapi hal tersebut pada kenyataannya sering terjadi di sini. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya. Indonesia adalah negara sensitif dan memiliki banyak perbedaan pandangan . Tetapi sayangnya, […]

20 09 2008
Lemon S. Sile

@agas:
Saya ga menyimpan dendam sama komentator kok. Alhamdulillah saya ga menyimpan itu jadi dendam (tapi kesel sih kesel, apalagi yg junk, spam, OOT).
Jadi saya sendiri minta maaf soal entri itu dan saya juga maafkan bagi yang telah flame dan segala penggunaan kata2 kasar.

@entri ini:
Saya mau berkomentar singkat saja sesingkat saya membaca tulisan ini.
Itulah kenapa Indonesia tidak maju-maju> Rakyatnya (termasuk saya :mrgreen: ) masih belum bisa membedakan mana pendapat, mana luapan emosi, mana pemikiran, mana berita, mana ini, dan mana itu. Terkesan bahwa Indonesia masih menganggap sesuatu yang di ruang publik adalah sesuatu yang benar2 faktual. menurut saya…ga usah dianggep lah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: