Sahur kok Komedi? Buka kok Sinetron?

16 09 2008

Kembali lagi bersama Adriano Minami, disini sedang menunggu waktu berbuka di India (Lah?) Mari kita sudahi OOT ini

Yak, saya cuma agak heran dengan Indonesia. Seperti kata orang2, bulan puasa adalah saatnya beribadah sebanyak2nya (Bukan berarti beribadah hanya di Ramadhan). Kita harus meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas ibadah kita.

Namun, yang menjadi keheranan saya adalah. Waktu menjelang berbuka atau melaksanakan puasa, yang seharusnya diisi dengan hal2 yang berbau agama, malah diisi dengan tontonan2 di TV yang menurut saya tidak berguna dan tidak bermanfaat.

Contohnya, tatkala sahur. Kita bisa menemukan banyak acara yang bisa dibilang tidak ada hubungannya dengan menambah ilmu, seperti acara2 komedi lalu dilanjutkan dengan Sinetron2 “Ramadhan”, menurut saya ini suatu hal yang kurang bermanfaat untuk puasa.

Bahkan, hal2 yang dinamai Ramadhan sering kali tidak ada hubungannya, seperti Sinetron Ramadhan, Musik Ramadhan, Komedi Spesial Ramadhan, menurut saya ini hampir tidak memiliki Ilmu/Bobot.

Memang, mengecewakan sekali. Diantara 15 Channel di Jakarta yg saya tahu, hanya 2-3 yang isinya tentang Keagamaan, selebihnya berupa acara Junk. Mengecewakan Televisi sekarang, terlalu mengejar Rating tanpa menghitung manfaatnya. Dulu tahun 90an, saya senang menonton TV karena selain acaranya belum terkontaminasi, sistemnya jelas, dan acara untuk anak2 masih banyak.

Intinya, menurut saya Komedi dan Sinetron tidak cocok untuk menemani seseorang Berbuka/Sahur. Seharusnya saat2 itu dijadikan momentum menambah ilmu, kalau begini terus gimana ceritanya orang Indonesia tambah pintar dan bertakwa?

Iklan

Aksi

Information

14 responses

17 09 2008
steax

Habisnya di indonesia memang kualitas TV buruk dan tampak sebagai mencari uang daripada sebagai alat komunikasi masal. Banyak gosip dan semacamnya. Yang membuat saya bangga hanya sedikit… Misalnya acara KPK; semi-dokumenter yang menurut saya merupakan kemajuan yang sangat bagus. Tapi tetap saja komedi dan sinetron mengisi kebanyakan acara TV.

Ada pemikiran begini: Bayangkan anda adalah alien dari galaksi tetangga yang mau ke bumi. Anda melihat saluran TV kita (yang sudah menyebar jauh dalam bentuk gelombang ke angkasa). Lihat saja isinya. Orang bunuh-bunuhan, marah-marah, berantem, atau (untuk komedi) konyol-konyolan seperti orang bodoh. Kita menganggap itu semua biasa karena bagi kita itu hiburan… Tapi bagaimana yang dilihat pendatang? 😉

17 09 2008
reverseinverse

TV Indonesia sudah rusak. Bukan mementingkan kualitas lagi, tapi mementingkan popularitas. Sekarang dari sore sampai tengah malam ada yang namanya sinetron. Padahal pas jaman tahun 90’an sinetron tuh cuma ada dari sekitar jam 6-8 malam, itu pun sinetronnya gak jelek-jelek amat, sekarang ? Critanya sangat stereotip, isinya palingan tentang cinta, kehidupan anak SMA atau biasanya yang pas bulan ramadhan ini, masih bertema cinta, tapi cuma ditambah ceweknya alim, pake kerudung.

Pertelevisian Indonesia memang sudah bobrok…

18 09 2008
masamune11

Kalau kuingat-ingat dulu, sebelum sinetron mulai merajalela, sepertinya dari jam 7 – 8 malam selalu disiarkan kabar-kabar seputar Indonesia dari TVRI… 😐

[Biasa, nonton dengan kakek… *gak penting*]

Kalau dari segi show itu sendiri, sinetron itu over-exagerrating, so… saya sendiri gak terlalu suka -_-a *halah, gak ada yang nanya…*

Lagipula, bulan Ramadhan kayak gini bagusan tidur kayak kura-kura intropeksi diri kan… ~_~

18 09 2008
syaorannatsume

betul, tuh… acara-acara ga berguna. seharusnya diisi dengan acara yang lebih seru dan menambah ilmu. tapi walaupun ada yang menambah ilmu (e.g. Education TV),, penyajiannya terlalu formal. Pertanyaan-pertanyaan yang dikeluarkan terlalu standar, seandainya bisa ditingkatkan lagi, TV bukan hanya kajian untuk mengulang pelajaran,, tapi juga menambah wawasan. IMO, sih..

kalo sahur saya biasanya buka Metro,,

kalo buka sih saya hidupin radio. *Ga penting*

20 09 2008
Lemon S. Sile

Assalamualaikum! Akhirnya saya datang juga ke blog ini, salut!

Kalau kata peribahasa “air tenang menghanyutkan”, ini kok malah “air beriak tanda membahayakan” ya?
sudahlah…

Well, ga jauh dari komentar2 yg lain. Ingin menambahkan juga bagaimana imej TV sudah benar2 ‘menyimpang’. Saya coba lebih menyorot penyimpangan itu dari segi teori media. (ini yg saya dengar dari kakak saya sih)
Kebanyakan orang Indonesia, termasuk pihak yang bekerja dalam media pertelevisian, memiliki anggapan bahwa TV merupakan ‘puncak’ karir dalam tangga kari dunia media. Dianggapnya bahwa bila sudah mencapai televisi itu sudah sukses. Makanya tidak jarang menemukan orang yang girang sekali disorot oleh kamera TV, juga bagaimana kita tahu politik popularitas sedang laris manis bak kacang goreng. Apa hubungannya dengan pertanyaan dalam entri ini?
Ya, itu tadi. Mengertilah bagaimana kondisi sesuatu yang berada di puncak. Tentunya sesuatu yang berada di atas hanya akan melihat yang di atas juga. Sehingga yang mereka tahu penikmat media menikmati hiburan maka mereka sajikan hiburan. Ketika penikmat menyukai musik mereka sajikan musik. Kebiasaan ini bisa terbukti juga dengan betapa stereotipnya siaran-siaran kita di TV. Ingat ketika sinetron religi (yg berbau mistis) sempat tayang ‘perdana’ di salah satu stasiun televisi? Stasiun lain langsung ikut-ikutan menayangkannya. Banyak lah.
Saya menyampaikan sekelumit pendapat ga guna saya ttg media televisi. Simpulkan saja bahwa menurut saya saat ini televisi menjadi bintang dari para bintang di dunia media. Sehingga kita tahu apa yang dilakukan bintang, menciptakan trend, tapi di satu sisi memuaskan penggemarnya, namun di sisi lain juga melihat sekedarnya.
Mungkin media nasional saat ini seperti itulah keadaannya. Mereka hanya melihat sekilas tentang apa yang disukai penontonnya dan tidak menciptakan trend lain.
Tapi saya memikirkan teori lain. Teori mengenai kurangnya juga ‘sumber daya’ untuk membuat acara yang berkualitas. Menurut saya pribadi sinetron sahur PPT masih lebih baik dibanding sinetron Ramadhan lainnya, meskipun jilid 2-nya sedikit turun kualitasnya. Apa yang saya maksud di sini adalah meskipun media televisi ingin memnciptakan sebuah program yang mendidik mereka tidak memiliki pilihan. Sehingga daripada tidak menyiarkan apa-apa atau menyiarkan sesuatu yang malah ‘mengecewakan’ lebih baik mereka mengambil jalan pintas dengan menyiarkan sinetron-sinetron dan lawakan itu.

Yah, itu saja sih. Menggantung sih memang pendapat saya tapi mudah2an mengerti.

20 09 2008
Lemon S. Sile

walah kok jadi sepanjang itu ya?

@Steax: saya jadi ingat salah satu cerita di Doraemon. Komik itu ternyata memiliki pesan tersirat yang sangat menarik untuk dikaji. Banyak yang menyebutkan permasalahan-permasalahan/kejanggalan-kejanggalan sosial manusia yang dampaknya (baru) terasa sekarang.

20 09 2008
Mihael Ellinsworth

ANDA SALAH ! *Berlagak kontra* 😆

Buka channel MetroTV dikala pukul 3. DIsana bisa melihat acara yang sesungguhnya tidak ada humornya sama sekali. Malah tentang penafsiran Al-Qur’an yang sebenarnya hanya berpaku pada satu surat (Atau beberapa)

20 09 2008
ARX - 7 Sagara Sousuke

yoi.. gk mutu kalo sinetron.. tapi kalo komedi baru seruuuuuuuu

sinetron merusak anak dan pikiran.. gk logis tuh sinetron,,

tapi kalo komedi kan membuat orang senang.. orang yg senang lebih panjang umurnya… jadi sering lah nonton komedi yg lucu.. jgn jayus… 😦

si adip kapan pindah ??? sebelom pindah palak barang barangnya yu

21 09 2008
sora9n

Televisi sekarang, terlalu mengejar Rating tanpa menghitung manfaatnya. Dulu tahun 90an, saya senang menonton TV karena selain acaranya belum terkontaminasi, sistemnya jelas, dan acara untuk anak2 masih banyak.

Yup, TV era 90’an konten-nya masih relatif bagus daripada sekarang. Sinetron populernya juga berkualitas — e.g. Si Doel & Keluarga Cemara. Sekarang mah yang terkenal Cinta Fitri, jauh banget bandingannya 😆

Di samping itu film action-nya bagus-bagus juga. Sebangsanya MacGyver, Airwolf dan Knight Rider… pokoknya sebelum Baywatch masuk RCTI lah. 😛

21 09 2008
Adriano Minami

@Sora9n : Ah, Si Doel. Bener2 kangen, Keluarga cemara juga, plus acara anak2 seperti Baja Hitam dan Pasukan Turbo…
@Sagara Sousuke : Komedi tetap saja tidak mendidik, tapi iut yang anda maksudlah sisi positifnya
@Mihael Ellinsworth : Saya tahu, saya bahkan pernah lihat
@Lemon S. Sile : Memang menympang, udah g mutu, plagiat, g mendidik pula

21 09 2008
Adriano Minami

@Syaoran Natsume : Mengingat dulu TVRI, karena Channel cuma 1, semua orang ikut nonton, dan banyak edukasinya, jadi acara dulu lebih mendidik
@Masmune11 : Benar, daripada nonton maksiat kayak gitu, lebih baik tidur (Alasan mengapa tidur jadi ibadah). Ingat saja anda ini, hehehe.
@Reverseinverse : Dulu mah paling Tersanjung, Jin dan Jun, ama Tuyul dan Mbak Yul dsb. Kayak gitu masih bagus emang, sekarang bobrok…
@Steax : Selera humor orang Bumi (Khususnya Indo) mang aneh. Orang sakit/Gay/Kakek2 jadi lelucon

22 09 2008
asparagus88

hmm..sebenernya sih gw juga gak suka ama acara2 ramadhan sekarang…tapi agak ribet juga sih..gw coba komen dengan berbagai versi

dari sisi gw yg egois:
“so what? gw dah jarang nonton tipi, gw tau ada acara yg gw gak suka..ngapain gw liat”

dari sisi gw yg baik:
“yasudah lah…toh namanya juga orang cari rejeki di tipi..yg nonton juga cari hiburan kok”

dari sisi gw yg sok agamis:
“tutup aja tuh tipi, perusak moral”

jadi bingung kan 😀 ?

jadi inget perkataan salah seorang khatib shalat taraweh gw
“sahur itu yg penting ibadahnya, bahkan dengan minum 2 buah kurma dan 1 gelas air pun cukup…”
gw bilang sih pernyataan diatas cukup ekstrim..

masalahnya apakah masyarakat kita udah bisa nerima hal2 itu?

kenapa ada acara seperti komedi dan sinetron pas sahur? karena ada demand bukan?

just my one cent

23 09 2008
Raditya Triputra

Bukannya komedi saat sahur itu biar kita nggak ngantuk ya? (yang berpendapat lain).

Nah kalau sinetron saat buka itu? Mungkin supaya waktu bukanya nggak kerasa (kerjaan ibu-ibu supaya tidak menggerutu sendiri) jadi ditemani tv.

Mungkin *just positive thinking dengan melihat judul*

2 08 2012
Mahardika Anandar

Saya juga sebenarnya sangat muak dengan acara2 pada chanel2 yang pada waktu sahur, menayangkan acara Komedi ( Bodor ) atau sinetron…kok gak ada bosen2nya gitu..untung masih ada dua chanel lain dan itupun pendatang baru yang menanyangkan acara yang sangat bermutu tentang ilmu pengetahuan agama pada waktu sahur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: