Zakat dan Kemiskinan

15 09 2008

Sekarang tak terasa sudah pertengahan puasa, sebentar lagi Lebaran en g puasa. Ada yang seneng ada juga yang gak seneng.

Sekarang ini, sudahlah tiba waktunya (Sebenarnya mah dari kmaren) untuk berzakat dan bersedekah. Sebelum malah jadi telat dan gak dapat kesempatan.

Para Dermawan seharusnya bangga karena negara ini dipenuhi orang2 miskin, bodoh, dan malas. Mereka adalah orang yang pekerjaannya gak jelas (Pengangguran Tertutup), tidak memiliki pendidikan, hanya memikirkan perut dan malas2an sampai2 harus menunggu uluran tangan.

Lihat berita2 ini. Saking banyaknya saya tidak bisa masukkan ke tulisan ini

Terinjak Saat Berebut Zakat, Korban Tewas Menjadi 21 Orang
Histeris, Keluarga Korban Bergulung-gulung di Kamar Mayat
21 Orang Tewas, Pembagi Zakat Diamankan Polisi

Masih banyak lainnya…

Ini adalah satu hal bahwa negara ini terlalu miskin dan bodoh, hanya demi uang Rp 10-40rb. Mereka rela menyiksa diri, menyusahkan orang, menambah beban dan bahkan menghilangkan nyawa orang lain. Jika dilihat2 sepertinya tidak wajar karena sepertinya tidak semua orang yang mengantri itu benar2 membutuhkan.

Benar2 Potret kemiskinan di Indonesia, hanya demi uang beberapa ribu rupiah yang sering kita anggap sedikit. Mereka rela melakukan perbuatan yang mencoreng harga diri mereka, mereka sudah kehilangan harga diri. Bangsa ini benar2 sudah kelewat miskin dan bodoh, terkadang mereka malah menyalahkan apa yang seharusnya tidak disalahkan.

Pemerintah seharusnya segera menindaklanjuti hal ini, ingat. Sudah cukup banyak bagian2 dari negara ini yang memilih bergabung dengan negara lain supaya kehidupannya terjamin dan sejahtera. Dan Rakyat Se-Indonesia, mari kita bersama2 menolong saudara kita. Tak peduli agama, suku, ras, ataupun hal lainnya. Jangan menolong sesuatu yang kita tidak tahu keadaannya diluar sana, namun marilah kita menolong dari sekarang juga!

Kita bisa menolongnya dengan sedekah dan berzakat, ayo umat Islam! Buktikan bahwa agama Islam benar2 agama yang sempurna. Jangan memakai kekerasan dan intimidasi, jika kalian peduli.

Sekian dulu, mohon maaf jika agak nyinggung agama kali ini. Saya melakukannya demi kebaikan semata.

Trims

Adriano Minami

Iklan

Aksi

Information

2 responses

15 09 2008
Xaliber von Reginhild

Sebentar…

Mereka adalah orang yang pekerjaannya gak jelas (Pengangguran Tertutup), tidak memiliki pendidikan, hanya memikirkan perut dan malas2an sampai2 harus menunggu uluran tangan.

Tentu ini juga bukan kemauan dari mereka sendiri, kan? 😕 Masalahnya adalah mereka tidak mendapat kesempatan untuk mendapatkan hak mereka sebagai warga negara. Kalau mengacu pada konsep welfare state (negara sejahtera), hal-hal begini kan sebenarnya ditanggung negara. 🙂

Kalau menyoal kasus kematian 21 orang itu, menurut saya, tidak semuanya salah mereka juga. Kesalahan mungkin ada di sistem pengaturan pembagian zakat yang, menurut saya, kurang terorganisir. Masa sampai berebutan begitu…

16 09 2008
masamune11

Mereka adalah orang yang pekerjaannya gak jelas (Pengangguran Tertutup), tidak memiliki pendidikan, hanya memikirkan perut dan malas2an sampai2 harus menunggu uluran tangan.

Tiba-tiba saya teringat dengan tulisan saya sendiri, menyoal hal ini. Well, mungkin cuma mengacu pada bagian ‘ingin cepatnya saja’.

Soal kasus kematian 21 orang itu, saya tidak terlalu kaget. Kalau memang ada tumpukan massa, sulut sedikit juga… yah, paling kalau paling parah adalah kematian, makan paling nggak luka-luka kecil…

Itu hukum apa ya? Aku lupa baca dari mana = =a

*ditendang*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: