Ujian

14 09 2008

Haduh!!! Besok saya ada tes lagi! Mana pelajarannya susah2 lagi!

Yak, beginilah yang sering diucapkan oleh banyak orang menjelang tes, terutama jika itu penting dan menentukan. Yak, saya juga besok UTS, Seven UUB (Ujian Ultra Bersaudara), Rokurobi tes kenaikan tingkat dari Sannin Lvl 2 ke Level 3

Sebenarnya apa sich ujian itu? Menyeramkan gak sih? Lebih menyeramkan mana dibandingkan ketinggalan nonton piala dunia atau final kontes favorit anda? Mengapa hal ini bisa membuat anak2 diseluruh Indonesia atau bahkan Dunia khawatir

Beberapa waktu yang lalu, Ujian Nasional 2008 dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia. Saya pun termasuk, banyak yang khawatir lalu mencari cara untuk menghadapinya dengan cara baik2 seperti belajar tambahan atau ambil privat, atau yang tidak jujur dengan bekerjasama atau membeli soal. Yang menjadi pertanyaan? Mengapa banyak orang yang sampai berbuat tidak jujur, bahkan guru2nya juga tidak jujur. Mengapa banyak yang seketakutan itu? Padahal menurut saya standarnya tergolong rendah dari biasanya, seharusnya kebanyakan orang mampu lulus dengan rata2 yang hanya 4.50. Sepertinya ini karena nilai NEM dijadikan patokan masuk SMA Negeri

Nah, itulah kesalahan pemerintah Indonesia, mereka cenderung menjadikan Ujian yang bersifat sementara itu sebagai patokan. Padahal semua ini justru membuat mental anak2 down, jadi menurut saya Ujian Nasional itu tidak bisa dijadikan patokan karena :

1. Ujian yang hanya 4 hari itu tidak bisa mewakilkan belajar selama 3 tahun. Bisa saja saat itu mental murid sedang down atau murid itu sedang sakit. Atau bisa jadi dia lagi ngeblank en badmood
2. 4 ato 6 pelajaran itu tidak bisa dijadikan standar, mungkin saja ada orang yang ahli dalam bidang selain itu (Saya ahli dalam IPS namun jadi sia2 gara2 g ada ujiannya)
3. Soal Jakarta jangan dijadikan standar untuk daerah karena tidak sampai mereka kesana!

Itulah bukti bahwa Pemerintah Indonesia telah menggeser arti Ujian itu sesungguhnya, sebenarnya arti Ujian itu adalah untuk menguji seseorang untuk menjadikannya lebih baik dari sebelumnya, bukan malah mengeliminasi anak itu. Sudah menggeser, salah urus pula sistem Ujiannya. Dasar pemerintah, sudah KKN, coba2 trus pula.

Padahal, walau UNnya NEMnya rendah, tapi banyak juga yang kemudian justru kehidupannya lebih sukses. Bisa jadi karena tidak jujur dalam mendapatkan nilainya. Jadi, Ujian tetap tidak bisa dijadikan standar

Kesimpulannya adalah, jangan menafsirkan seseorang yang gagal dalam ujian itu sebagai orang yang bodoh/tidak berhasil. Bisa jadi kali ini mereka gagal, namun berhasil di kemudian hari. Pesan untuk pemerintah, perbaiki sistem pendidikan dan jangan coba2 trus.

Tapi bagaimanapun juga, mari contoh Finlandia, jangan Indonesia. Jangan ambil nilai minimal kelulusannya, tapi justru ambil nilai yang tertinggi yang anda bisa! Begitulah sistem negara itu.

Yak sudah dulu, saya masih kesal. Jadi maaf jika penuh dengan kalimat2 yang tidak berkenan, saya hanya menyampaikan apa adanya dan yang saya ketahui saja. Mohon maaf, saya baru belajar.

Trims yang dah baca

Adriano Minami

Iklan

Aksi

Information

One response

14 09 2008
syaorannatsume

Soal Jakarta jangan dijadikan standar untuk daerah karena tidak sampai mereka kesana!

Saya juga UN SMP tahun 2008 :mrgreen: . Tapi kata guru saya, soal seluruh daerah berbeda-beda, sesuai dengan standar daerahnya. Paket soal setiap provinsi juga beda, kan? Walau sebenarnya prakteknya beneran atau enggak.

Tapi bagaimanapun juga, mari contoh Finlandia, jangan Indonesia.

FInlandia? haha… beda jauh,, peringkat pertama pendidikan seinternasional banding dengan Indonesia yang sekarang peringkat 62 dari 130 negara. 😆

Mereka tidak mengharuskan ‘lulus’ tapi ‘bisa’, beda dengan Indonesia yang mementingkan kuantitasnya, bukan kualitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: