Salahkah berwajah Cina?

13 09 2008

Beh, saya tiba2 merasa kesal. Saya jadi teringat apa yang orang2 Indonesia katakan.

“Woi Cina, apa lo?!”

“Cina! Mau tau aja urusan orang laen!”

“Kok Shalat? Lw bukannya Cina?”

Yah, walau g pernah diginiin. Tapi ngeliat pemandangan sekitar yang demikian saya jadi kesel, kebetulan saya Putih, Sipit (Akibat kacamata minusnya ketebelan), en kakek buyut saya berdarah Cina (Alias keturunan jauh)

Ini yang sering jadi masalah kehidupan sehari2. Orang yang berketurunan atau bahkan mirip orang cina sering dihujani pertanyaan2 seperti ini. Hal ini sudah lumrah terjadi sejak Orde Baru.

Sejak Orde Baru, orang2 yang saya maksud diatas itu sering mendapat perlakuan tidak adil dari pemerintah. Seperti dalam pembuatan KTP, ditulis sebagai “Warga Negara RRT” padahal banyak orang2 itu yang sudah sangat jauh sekali tidak mengingat itu.

Dan mereka cenderung dianggap sebagai Non-Islam, hal ini kemudian yang menjadi penyebab mengapa Kerusuhan Mei 1998 cenderung menyerang orang2 Cina. Karena mereka dianggap pemakan Babi dan sering ke klenteng mereka. Serta membakar dupa dan hio.

Hal ini menyebabkan orang Cina mendapat tanggapan lain dari banyak masyarakat yang menyebut dirinya Pribumi.

Diduga ini semua adalah kerjaan seorang bekas diktator yang sekarang telah menyatu dengan tanah, dia menyebarkan kebencian kepada orang2 yang beretnis cina, dan melarang segala antek2 yang berhubungan dengan Cina seperti menutup Harian Indonesia (Koran berbahasa Cina), melarang Barongsai dll, dan menyuruh orang2 Cina mengganti nama Cinanya dengan nama Indo.

Akibat kerjaan diktator ini, masih banyak orang berpikiran picik pada orang2 yang dianggap Cina, kenapa? Padahal orang2 luar lainnya seperti Arab, India, dll tidak separah itu perlakuannya dimasa lalu

Diduga hal ini adalah suatu bentuk irinya orang2 Pribumi kepada Orang Cina, pada masa kolonial. Orang Cina memiliki derajat lebih ditinggikan daripada “Pribumi”, dan kemampuan berdagang mereka jauh diatas pribumi (Hal ini bisa dibuktikan dari kegagalan sistem Alibaba di tahun 50an karena pedagang Cina lebih ahli daripada pedagang Pribumi)

Nah, ada beberapa hal yang harus anda ingat.

1. Kita tidak bisa memilih mau jadi apa, jadi jika anda dilahirkan sebagai orang yang saya maksud kebetulan diatas. Katakan seperti itu, ingat Tuhan telah menciptakan anda segitu2nya. Jadi? Mau protes apanya?

2. Tidak ada yang namanya orang Indonesia asli!!! Ingat, ribuan tahun yang lalu. Nenek Moyang Pribumi2 itu datang dari Yunan, Cina Selatan. Atau muncul juga dari Polinesia. Jadi? Tidak ada orang Indonesia Asli, jadinya malah orang Jawa, Sumatera, dll.

3. “Diktator yang sudah jadi tanah” itu pun keturunan Cina, Ayahnya adalah keturunan Cina.

4. Orang yang picik itu biasanya iri, iri itu bentuk kekalahan seseorang ke orang yang diirikannya, jadi kesimpulannya. Orang yang Picik kepada orang Cina adalah orang yang mengakui bahwa dirinya lebih rendah.

Jadi, kesimpulannya. Musnahkan Rasisme! Tidak hanya pada bangsa Cina! Semua Bangsa itu sama! Ingat, Allah menganggap semua manusia itu sama. Jadi yang masih rasis, hentikan itu semua

Sori, No Offense. Saya lagi agak kesel.Saya cuma mau cerita apa yang jadi masalah di kehidupan sehari2, saya harap tulisan saya yang singkat dan tidak ada apa2nya ini bermanfaat

No Offense Please, saya tidak bermaksud menyinggung pihak manapun.

Trims

Adriano Minami

Iklan

Aksi

Information

13 responses

13 09 2008
Xaliber von Reginhild

Jangan terlalu diperhatikan. Apa pun dan dari mana pun asal-usul manusia, yang penting kontribusinya pada bangsa. 😉

Mungkin kasus ini mirip-mirip dengan kasusnya Jerman pas dipimpin Nazi dulu, bedanya waktu itu rasialisme ke Yahudi. Lama-lama memudar kok (meskipun sampai sekarang tendensi terhadap Yahudi masih ada, tapi itu bukan karena Hitler semata).

14 09 2008
syaorannatsume

Saya malah nge-fans sama tipe putih dan sipit. 😆
Bukannya beruntung ga sama dengan Indonesia?
ah, enggak… bercanda.

Sesungguhnya, mata saya juga sipit (karena kakek saya juga keturunan Cina), tapi kulit saya ga terlalu putih. Jadi saya dibilang ‘orang campuran’.

16 09 2008
:3

saya nggak sipit dan kulit saya coklat matang terbakar sinar matahari dan saya bangga karenanya…

and you should do the same thing

16 09 2008
Adriano Minami

I’m proud what i have now.

Sometimes, this face can give me a benefit.

18 09 2008
GiLL

Hmmm hmmm korban rasis ya…

ada konsep yang menarik mengenai cara menanggulangi rasis, temen-temen di kampus sudah mulai mempraktekannya loh, caranya gimana?

nah ini menarik, caranya adalah dengan omongan-omongan rasis tersebut dipraktekan terus menerus…

hasilnya apa? ejekan-ejekan rasis yang tadinya tabu dan menyakitkan hati, akan menjadi omongan-omongan yang terbiasa diucapkan. Terbukti cara ini efektif, SARA yang biasanya tabu akan menjadi tidak tabu. Di kampus ada beberapa temen yang dipanggil Vikri ato Viktor Kristen, yang paling parah Cikita ato Cina Kristen Tai. dan yang bersangkutan dipanggil seperti itupun menjadi biasa saja, karena tidak diucapkan dengan tendensi apa-apa.

Well, emang rada susah sih dipraktekan tapi dijamin hasilnya oke kok. Coba aja dipraktekan di komunitas terdekatmu!!

Salam Kariage ^^

18 09 2008
Adriano Minami

Saya bukan korban Rasis sich, cuma heran ama yg ngelakuin.

Untuk Gill, saya rasa cara anda tidak menyelesaikan Rasisme di Indonesia, hanya menghilangkan kemarahan orang tersebut.

18 09 2008
agas

it’s not where you’re from, it’s where you’re at 🙂

gw heran masih ada aja orang2 yg ngeliat org dari warna kulit + asal nya, so primitive -_-“

18 09 2008
oden seorang TM

ya memang menjengkelkan kalo dinilai karena Ras. ( it happen to me once ) tapi saya selalu mencoba menilai orang dari perilakunya. Cobalah seperti itu maka penilaian pada ras hanya akan ada di urutan entah keberapa.

23 09 2008
Namikaze Cheeza

yah… gue juge pernah kok jadi korban rasisme.
waktu di jerman, gue sering diledekin “Afe” gara2 rambut gue item dan kulit gue lebih kuning dibending mereka.
*gag penting :p*

tapi buat yang di sini,
cowok gue juga bukan orang asli indo.
tapi daging aja boleh impor, masa cowok gag boleh impor?

wakakaka

*buang ke laut!*

15 12 2008
Endrawan

Benar…. Rasisme pribumi dan non-pribumi disebarkan oleh pihak penguasa orde baru. Hal ini cukup berkembang dikalangan militer, kepolisian, hingga instansi pemerintah di kala orba…..
Untunglah, era Gusdur ketika menjadi Presiden RI telah berusaha menghilang diskriminasi rasisme ini..
Yang penting, jangan kita menjadi obyek maupun subjek dari pihak tertentu atas isu ras (serta SARA).

5 03 2009
wyd

saya kok bangga2 aja punya darah china, bermata sipit meski ga putih2 amat 🙂
biasa2 aja kalau mereka memanggil saya china. wong saya emang punya darah china! anggap aja itu penghormatan orang lain buat saya 🙂

kalau kita ga mempermasalahkan dari siapa kita berasal, biasanya orang juga ga akan mempermasalahkannya. kalau pun ada, orang2 seperti itu biasanya ‘terpinggirkan’ dalam pergaulan.

orang menghormati kita dari cara hidup kita, bukan hanya dari darah siapa atau tanah mana kita berasal.

santai ajalah….

14 09 2012
irin

waah..sy termasuk salah satu korbannya nih..entahlah, padahal gk ada keturunan cina dr bapak ato ibu, mereka asli jawa. tp kata orang2 muka saya mirip cina. pengalaman gk enak itu pas awal masuk di tempat baru, bnyak pertnyaan2 “hey km cina ya kok pakek jilbab, loh km muallaf ya?, bpk km cina ya?,” sy jawab,sy asli jawa kok..beneran.eh mereka gk percaya. lah, kan sy bngung jwbnya.
ini malah dosen sy yg tnya d dpan kelas, pas sy jwb sy org jwa,dia malah nge judge sy kalo sy org cina..hmmm
tp enaknya kalo lg jalan ke mall qt d kasih plyanan spesial..haha keliatan bgt orng indonesia msh trjajah sm rasisme. miris sekali..

30 05 2014
adechachabolita

Hai dear. Klo km liat skrg, org china lebi mendominasi warga jkt loh. Klo ak sih biarin aja, tp kasian yg warga asli jkt alias betawi. Mrk dijkt uda lama, tp tanah dijkt lebi banyak di miliki org org kaya yg sebagian besar org china . Coba pikir, klo km kampung dam kampungki dikuasai sm bangsa asing merasa tersisih ga? Mungkin itu yg dirasakan warga Jkt khususnya org betawi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: