Catatan Sehari-hari Ultraseven Episode 12 : Ziarah Kubur

31 08 2008

Akhirnya Ramadhan tiba juga, mohon maaf jika ada kesalahan lahir dan bathin. Mari jadikan ramadhan ini sebagai ajang memperbaiki diri sendiri dan meningkatkan kualitas kita.

Sesuai tradisi menjelang Ramadhan, banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya Ziarah Kubur. Yak saya pun melakukan demikian, saya pergi Berziarah kubur ke kuburan kakek saya. Sepertinya Seven dan Rokurobi juga yak? gimana ayo kalian berdua?

Yak, seumur2 saya belum pernah liat kakek saya, secara beliau telah meninggal sejak 18 Oktober 1978 karena suatu hal yang kira2 sulit diterima secara akal sehat.

Baiklah, jadi hari ini saya pergi berangkat dari rumah saya pukul 10 (Ditunda karena nonton sesuatu dulu) ke rumah nenek saya. Lalu karena agak buru2 takut kesiangan dari rumah nenek saya, siap2 cepet2 en berangkat ke kuburan kakek saya di Cikande, Banten.

Perjalanan ini… Terasa sangat menyedihkan… Yak begitulah, karena perjalanan menuju kesana sangat jauh ditambah keponakan kecilku yang berisik dan tidak bisa diam. Ditambah isi mobil yang mencapai 12 jiwa plus barang bawaan yang jumlahnya tidak sedikit. Plus kemacetan2 sepele di pasar2.

Akhirnya jam 12 nyampe di kampung halaman almarhum kakek saya, lalu disambut oleh keluarga kakek saya. Setelah istirahat dan shalat, lalu kami langsung menuju ke kuburan kakek saya, namun ternyata langit menjadi sangat gelap dan letak kuburannya jauh dari kampungnya jadi kami memakai mobil dengan cara konvoi dan lagi2 kejadian sebelumnya berulang lagi, sempit2an. Dan ternyata medan ke kuburan kakek saya sangat berat jika dengan mobil ditambah cuaca yang sangat tidak mendukung, jadi dengan susah payah saya mencapai tempat itu, ditambah harus jalan lagi melewati sawah. Jadinya begitu berat, en baru nyampe en tahlilan tiba2 hujan angin besar menghampiri, tanpa sempet melakukan hal2 lain. Kami pun langsung berlari buru2 balik ke mobil dan lagi2 karena jalannya susah en licin. Dan kami pun masuk ke mobil itu dalam keadaan basah dan kuyup.

Kembali ke kampung, istirahat sebentar, setelah reda, balik dah ke Jakarta, tetapi ternyata masalah belum berakhir disini.

Pas lagi di jalan pulang, masih di Banten. Eh tiba2 tanpa sengaja motor berkecepatan tinggi nyenggol mobil kami tapi anehnya mereka yang jatuh (Ya iyalah) . Dikarenakan mereka menyalip angkot, akhirnya mereka turun. Akhirnya ibu en om gw turun walau mereka yang salah, keliatan tuch tampang2 ngarep dapet duit dr bapak gw, tp ternyata salah…

Bapak gw minta ke Kantor Polisi karena :

1. Mereka yang nabrak : Jelas, mereka nyalip dengan kecepatan tinggi dan bapak gw nyetir pelan2
2. Mobil bapak gw rusak : Motor mereka gapapa, mobil bapak gw lecet.
3. Ada Saksi : Saksinya ada aja
4. Mereka g pake Helm, bertiga, en g pegang SIM : Pak Polisi, bener gak nich?

Akhirnya disuruh ikut mereka, eh gak mau, yak udah akhirnya pergi dech. Selesaikah?

Angkot itu masih ngikutin pula, jalan2 trus pas bilang mau ke kantor polisi ciut en g ikut lagi dech

Selesai dah..

Kesimpulan, seperti itulah orang Indonesia, salah tapi banyak tingkah, dan suka meres duit orang.

Oke, jika kalian mudik ati2 jika ada kejadian serupa.

Cheers Ultraseven en Me (Rokurobi dicengin…)

Mohon Maaf Lahir Dan Bathin

Iklan

Aksi

Information

One response

25 01 2009
Motor Vs Mobil « Adriano Minami Simple World

[…] Merujuk pada kejadian nyata yang saya alami, mungkin selaku orang yang memiliki mobil. Hal seperti itu sangatlah menyebalkan. Tapi mungkin bagi yang memiliki kendaraan yang lebih kecil dari mobil, itu bisa menjadi suatu alasan untuk berkelit dan menghindar dari kesalahan. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: