11 Tahun Lalu…

Hufff… Akhirnya kembali bisa nulis setelah berbulan-bulan ditinggal blog ini…. Intinya, saya kembali kesini :D

Tiga hari belakangan ini, penulis kepikiran mengenai suatu kejadian kolosal yang terjadi sekitar 11 tahun lalu. Pada tanggal 12-16 Mei 1998, telah terjadi peristiwa menyedihkan yang kemudian akan sangat mengubah Sejarah Indonesia nantinya serta menjadi catatan kelam di penghujung abad 20. Peristiwa itu sekarang sering kali disebut sebagai Peristiwa Tragedi Mei 1998

Peristiwa tersebut terjadi bermula pada kecemburuan penduduk “so-called” pribumi kepada etnis Tionghoa dalam permasalahan Ekonomi, eksklusivitas dan ketidakharmonisan dalam permasalahan Sosial juga menambah kecemburuan dan kebencian mereka pada etnis Tionghoa karena adanya krisis Ekonomi, ditambah dengan ketidakstabilan keamanan di dalam negeri karena banyaknya Demonstrasi dan kerusuhan yang juga diakibatkan oleh Mahasiswa yang menuntut agar secepatnya terjadi Reformasi di negeri ini. Menyebabkan kerusuhan ini terjadi….

Berawal pada saat terjadi kerusuhan dalam Demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa Trisakti pada hari Selasa, 12 Maret 1998 yang berakhir dengan tewasnya 4 orang mahasiswa Trisakti. Kekacauan ini pun berlanjut dengan kerusuhan, penjarahan, dan “pembantaian” pada etnis Tionghoa, hal ini terjadi pada beberapa hari selanjutnya (13-16 Mei 1998). Kerusuhan yang terjadi pada Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta kota-kota lainnya ini diduga telah terencana dari sebelum-sebelumnya karena menurut pengakuan salah satu penjarah, dia sudah mengetahui perencanaan kejadian ini sejak 1 Maret 1998.

Akibat dari kejadian ini, kerusakan dan kehancuran terjadi dimana-mana, ribuan orang beretnis Tionghoa meninggalkan Jakarta menuju kota lain atau luar negeri, dan akibat kejadian itu juga untuk beberapa hari berikutnya ronda malam diperketat dan pusat perbelanjaan ditutup dan dijaga ketat.

Hingga saat ini pun permasalahan ini menjadi tanda tanya, pemerintah pun sepertinya tidak sanggup menyelesaikan masalah ini, bahkan cenderung menutup2i beberapa hal tertentu seperti dengan mengatakan bahwa tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita Tionghoa. Padahal pada kenyataannya banyak bukti yang mampu membuktikan hal tersebut.

Ada apakah ini sebenarnya? Ada yang mampu menambahkan atau sekedar memberikan pendapat?

(PS : Tulisan ini adalah “pemanasan”, maaf jika kurang baik :D )

25 Tanggapan

  1. 11 tahun yang lalu saya masih anak kecil yang polos. Nggak tau apa-apa. :P

    *ini goen*

  2. AFAIK Kasus itu sama DPR dianggap bukan pelanggar HAM, dan dianggap case closed.
    Semoga tak terulang lagi.

  3. Apalagi saya Mas :D , satu2nya hal yang saya inget dari kejadian ini adalah waktu saya masih TK. Saya biasanya kalau berkunjung kerumah nenek pasti ke Supermarket Hero (sekarang Giant), pas saya kesana setelah kejadian ini Heronya udah kebakar….

  4. @Betang a.k.a. Gun:
    Gun pernah polos ya?

  5. keempax!
    hehe.

    eniwei.
    denger denger wiranto brsama perwiranya ada di kota lain di jatim/jateng gitu lupa, dia juga bilang : “The show must go on”

    correct me if i wrong~

    • Berdasarkan buku Fakta, Data, dan Analisa Kerusuhan Mei 1998 (Yg tadi dibawa ke sekolah). Kurang lebih begitulah artinya :D

      Memang mengherankan mengingat ketidakadaan pasukan keamanan di beberapa titik, bahkan ada pasukan keamanan yang menyuruh ikut menjarah juga. Ada apa ini?

      Militer ada dibalik ini semua rasanya :-?

      • Militer di balik ini semua?

        Sejak Pembantaian Kali Angke 1974 sampai sekarang, yang namanya militer tentu belum berubah. :P

        Militer disalahkan? O tentu tidak.

        Tahu dogma militer? NKRI DAN KEUTUHAN REPUBLIK INDONESIA ADALAH NOMOR SATU. STABILITAS NASIONAL DI ATAS SEGALANYA. Segala bentuk resistansi akan ditindak, dengan segala cara.

        15 Mei… Panser dan pasukan lapis baja memenuhi Jakarta. :)

      • Jyahh… Kali Angke 1740, typo tadi.

      • Pembantaian Kali Angke 1740 atas 10000 warga Tionghoa yang dilaksanakan oleh Gubernur Jendral Adrian Valckneir? (Sori kalo salah nulisnya)

        Kurang lebih sama dari sisi “menyalahkan orang2 Tionghoa”, tp beda alasan tentunya. Jika dulu karena orang2 Cina dianggap Pemberontak, kalo ini karena dianggap “memiskinkan” negara

        Tapi ya intinya begitu, sama saja Militernya.

    • Di Malang. Menghadiri penyematan status PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) pada Divisi Infantri 2 Kostrad oleh Prabowo (Pangkostrad saat itu).

      • PPRC? Huhuhu, menarik ini :D . Bisa tolong jelaskan lebih detailnya?

  6. Wis, berpapasan sekali. Kemaren ngobrol panjang lebar soal hal ini. Yah, nyeritain keadaan yang dilihat beliau sih :|

    Moga-moga Juni nanti tidak ada kejadian seperti ini. Lagi. Amin. :|

    • Masa?
      Juni ya… Kayaknya sih nggak… Soalnya masalahnya udah gak terlalu runcing lagi kayak dulu…

  7. Polos, tentu pernah.

    Mei adala bulan keramat. Ini tanggal 15? Selamat memperingati Jakarta yang dipenuhi panser dan kendaraan perang!

    Yudhoyono, Wiranto, Prabowo… Hei para jenderal, apa yang kau lakukan 11 tahun lalu? :lol:

    • Ah iya, untungnya saya dan keluarga waktu itu tidak sedang berada di Jakarta. Cuma liat di berita aja…

      Entahlah, mungkin dibalik layar saja sambil menonton?

  8. Duhh,, jadi inget mata kuliah Pancasila.. nonton tentang tragedi 1998..

    kasus ini kayaknya tidak pernah terpecahkan…

    hahaha. :D

    • Nonton Film yg mana? Tragedi Trisakti? Kalo itu saya punya filmnya :D

      Karena kebetulan Jendral2 yg diduga terlibat masih berjabatan tinggi sih….

      • tragedi trisakti kayaknya…

        iyah,, paling selesainya 50 tahun kemudian.. hahhaha.. :D

      • 50 tahun lagi… Kalo negara ini masih hidup…

  9. 1740, Pemberontak itu versi buku putih. ;)

    Alasannya sama sebenarnya.

    Dan nggak cuma Belanda yang terlibat.

    Haha.

    • Ya, kurang lebih samalah dengan kasus ini secara garis besar…
      Sama2 menjadikan Etnis Tionghoa sebagai kambing hitam

  10. Kebetulan saya sudah SMU saat itu, jadi cukup apdet dengan segala berita tentang itu.

    Pada kasus ini ada dua masalah terpisah yang dibahas sendiri2:
    1] penembakan para mahasiswa (trisakti, semanggi 1 & 2)
    2] kerusuhan itu sendiri, termasuk pemerkosaan.

    AFAIK, kasus ini memang macet di pemerintah, padahal Komnas HAM sudah mengumpulkan banyak data dan bukti tentang kedua kasus tersebut. bahkan sekarang wiranto dan prabowo sudah jadi tokoh politik nasional.

    • Iya sih, hampir semua media yang memberitakan dan mendokumentasikan kejadian itu memang terlihat membedakan keduanya…

      Tentu saja :D , seperti yang sudah saya katakan tadi. Karena yang terlibat masih jadi pejabat tinggi :D

  11. PPRC. :D
    Tentu saja keberangkatan seluruh petinggi TNI ke Malang saat itu adalah sesuatu yang kurang wajar, mengingat situasi ibukota sudah diambang kerusuhan.

    Ini belum lagi membicarakan intrik antara Prabowo (& geng) vs Wiranto (& geng) yang menyebabkan ABRI tidak mampu menangani situasi ibukota dengan baik saat kerusuhan, bahkan terkesan membiarkan.

    • Memang, kok kesannya seperti kejadian pada 32-33 tahun sebelumnya yak?

      Sepertinya memang benar2 ada konspirasi, ada komentar?

Tinggalkan Balasan